Hasil Uji Coba Skrining DNA HPV dengan Model Hub-and-Spoke di Jawa Timur
hasil uji coba skrining DNA HPV dengan model hub-and-spoke dengan pengambilan sampel mandiri di provinsi Jawa Timur.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Wahyu Aji
Laboratorium Mojokerto, dengan volume pemeriksaan yang sebanding, membutuhkan keterlibatan tenaga laboratorium hingga 90 persen dari total waktu proses.
Temuan ini menjadi pembelajaran penting dalam perencanaan penguatan jejaring laboratorium untuk perluasan skrining DNA HPV secara nasional.
Direktur PT Roche Indonesia, Divisi Diagnostik, Lee Poh Seng menekankan, sistem diagnostik yang andal dan terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi operasional.
Situasi ini menjadi penting mengingat tingginya beban kanker leher rahim di Indonesia.
Pada 2023 tercatat 36.964 kasus baru dengan lebih dari 21.000 kematian. Tanpa penguatan deteksi dini, kasus diproyeksikan meningkat lebih dari 60 persen pada tahun 2040.
"Studi implementasi ini memberikan bukti penting tentang bagaimana skrining DNA HPV dapat diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan primer," ujar Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM), Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi dalam paparannya.
Ditambahkan Country Director Jhpiego Indonesia Maryjane Lacoste, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan mitra implementasi menjadi kunci agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, sebagai BUMN Farmasi, Bio Farma berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat deteksi dini kanker leher rahim melalui ekosistem kesehatan yang terintegrasi.
Skrining DNA HPV dengan model hub-and-spoke diharapkan bisa diintegrasikan dengan pembiayaan ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan bisa tercatat pada sistem pencatatan digital untuk memantau kontinuitas layanan secara real-time.
Baca juga: Empat Rumah Sakit Ini Jadi Pusat Pelatihan Penanganan Kanker Serviks
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia diharapkan semakin mendekati target eliminasi kanker leher rahim 2030.
Baca tanpa iklan