Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kelelawar Jadi Pembawa Virus Berbahaya Termasuk Nipah, Pakar Ingatkan Warga RI Waspada

Virus Nipah adalah penyakit zoonotik yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Inang alaminya adalah kelelawar buah famili Pteropodidae

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto

Ringkasan Berita:
  • Menkes menyebut, hingga saat ini, Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus virus Nipah di Indonesia.
  • Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan gangguan serius pada manusia dan memiliki angka kematian yang tinggi.
  • Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur dan urine
 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hingga saat ini, Indonesia belum mencatat satu pun kasus Virus Nipah pada manusia. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga menyusul temuan virus tersebut pada hewan, khususnya kelelawar buah yang menjadi inang alaminya.

Baca juga: Hadapi Virus Nipah, Apa yang Bisa Dicontoh Indonesia dari Thailand?

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (unair) sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. Dominicus Husada, menegaskan bahwa keberadaan Virus Nipah di Indonesia sejauh ini masih terbatas pada hewan.

“Virus Nipah pada manusia belum ada di Indonesia, tetapi pada kelelawar buah sudah ditemukan,” ujar Prof. Dominicus dalam media briefing virtual, Kamis (29/1/2026).

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Inang alaminya adalah kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae yang populasinya tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Prof. Dominicus, secara global kelelawar menjadi perhatian utama para ahli penyakit infeksi karena perannya sebagai reservoir berbagai virus berbahaya.

“Kelelawar adalah sumber utama. Semua ahli penyakit infeksi saat ini mengawasi kelelawar secara serius, di seluruh dunia termasuk di Indonesia,” jelasnya.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya antibodi Virus Nipah pada sebagian kelelawar buah di Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa virus tersebut pernah atau sedang bersirkulasi di alam.

Ketiadaan kasus Virus Nipah pada manusia di Indonesia hingga kini dinilai sebagai hasil dari sistem pengawasan dan kewaspadaan yang terus berjalan. Namun demikian, Prof. Dominicus mengingatkan bahwa kondisi ini tidak boleh membuat lengah.

Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur dan urine, serta konsumsi makanan yang terkontaminasi, termasuk buah atau nira yang bersentuhan dengan kelelawar buah.

Baca juga: Ada Virus Nipah di India, Menkes: Indonesia Siap Antisipasi

Oleh karena itu, langkah yang ditempuh saat ini adalah pengawasan berkelanjutan serta edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok dengan risiko paparan lebih tinggi seperti pengumpul nira, peternak, dan tenaga kesehatan.

Dengan kewaspadaan yang proporsional dan berbasis informasi, Indonesia diharapkan mampu mencegah munculnya kasus Virus Nipah pada manusia tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi virus nipah yang kini muncul di India.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan gangguan serius pada manusia dan memiliki angka kematian yang tinggi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas