Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Risiko Tersembunyi Paparan Layar Digital bagi Mata Profesional Urban

Banyak penyakit mata bersifat progresif dan sering kali tidak menimbulkan gejala awal yang jelas.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Anita K Wardhani
Editor: Willem Jonata
zoom-in Risiko Tersembunyi Paparan Layar Digital bagi Mata Profesional Urban
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI. 

Ringkasan Berita:
  • Keseharian profesional urban di Jakarta menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar komputer, laptop, dan smartphone pengaruhi kesehatan mata
  • Aktivitas ini memicu fenomena digital eye strain atau kelelahan mata digital
  • Gangguan ini ditandai dengan mata kering, penglihatan kabur, hingga gangguan fokus

 

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Di era kerja modern, profesional urban di Jakarta menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar komputer, laptop, dan smartphone.

Aktivitas ini memicu fenomena digital eye strain atau kelelahan mata digital, yang ditandai dengan mata kering, penglihatan kabur, hingga gangguan fokus.

Menurut dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), banyak penyakit mata bersifat progresif dan sering kali tidak menimbulkan gejala awal yang jelas.

Akibatnya, pekerja kantoran baru menyadari gangguan penglihatan ketika sudah mengganggu produktivitas sehari-hari.

Penyakit Mata yang Rentan Dialami Profesional Urban

Dokter Ucok yang berbicara di sela  pembukaan klinik Mayapada Eye Centre (MEC) di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan menjelaskan beberapa kondisi yang kerap muncul akibat pola kerja dengan screen time tinggi antara lain:

Rekomendasi Untuk Anda

Mata kering (Dry Eye Syndrome): berhubungan dengan berkurangnya produksi air mata akibat menatap layar terlalu lama.

Baca juga: Jutaan Orang Indonesia Alami Gangguan Penglihatan, Mulai Retina hingga Stroke Mata

Kelelahan mata digital (Digital Eye Strain): menyebabkan rasa berat, nyeri, atau penglihatan kabur setelah bekerja lama di depan layar.

Gangguan refraksi progresif: seperti rabun jauh atau presbiopia yang semakin cepat muncul pada usia produktif.

Glaukoma dan gangguan retina: bisa berkembang tanpa gejala, namun berisiko menyebabkan kerusakan permanen bila tidak terdeteksi dini.

Pentingnya Deteksi Dini

Ancaman gangguan penglihatan ini bisa diatasi dengan deteksi dini melalui teknologi diagnostik modern.

Hal ini penting karena banyak penyakit mata berkembang secara perlahan dan baru terasa ketika sudah parah. Deteksi dini memungkinkan strategi penanganan yang tepat sasaran, sehingga risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan.

Pendekatan Terintegrasi

Tidak hanya fokus pada mata, gangguan mata yang berkaitan dengan penyakit sistemik seperti diabetes, stroke, atau autoimun dapat ditangani melalui kolaborasi multidisiplin.

Pendekatan ini memastikan pasien mendapat perawatan menyeluruh, sesuai kebutuhan kesehatan jangka panjang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas