5 Penyakit yang Paling Sering Menyerang Anak Saat Musim Hujan
Musim hujan di Indonesia bukan hanya identik dengan cuaca dingin dan genangan air, tapi juga peningkatan berbagai penyakit, pada anak-anak.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Musim hujan berarti banyak genangan air, dan itu menjadi tempat ideal nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Nyamuk ini aktif menggigit pada pagi dan sore hari, waktu di mana anak-anak sering berada di rumah.
DBD bisa ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, hingga risiko perdarahan dan syok.
Karena itu, musim hujan selalu menjadi periode rawan peningkatan kasus dengue.
4. Leptospirosis, Masuk Lewat Luka Kecil
Leptospirosis menjadi penyakit yang perlu diwaspadai terutama saat hujan lebat dan banjir.
Penyakit ini ditularkan melalui air yang terkontaminasi urine tikus dan masuk lewat luka kecil di kulit.
Indonesia menjadi lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab leptospirosis karena tingkat kelembapan yang tinggi.
Gejalanya bisa berupa demam tinggi, nyeri otot terutama di betis, hingga gangguan ginjal bila terlambat ditangani.
5. Campak dan Cacar Air
Penyakit virus yang sangat mudah menular seperti campak dan cacar air juga cenderung meningkat di musim hujan.
Penularannya terjadi melalui udara, dan satu anak bisa menularkan ke banyak anak lain, terutama saat mereka berada di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk.
Prof. Anggraini mengingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi membuat penyakit-penyakit ini masih mudah menyebar, khususnya pada anak-anak.
Musim hujan memang tak bisa dihindari. Namun, mengenali penyakit yang paling sering muncul dapat membantu orang tua lebih waspada terhadap gejala awal.
Deteksi dini, kebersihan lingkungan, serta perhatian ekstra pada anak, terutama balita, menjadi kunci agar musim hujan tidak berubah menjadi musim sakit berkepanjangan di rumah.
Baca tanpa iklan