Kampung KB Manggala Jadi Contoh Nasional, Wamen BKKBN Tegaskan Peran Negara Bangun Keluarga
Pemerintah terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi peningkatan sumber daya manusia nasional. melalui Kampung KB.
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi peningkatan sumber daya manusia nasional terus diupayakan.
- Ini diwujudkan melalui Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Manggala, di Kota Makassar Sulawesi Selatan.
- Program bina keluarga di Kampung KB Manggala dirancang untuk mendampingi keluarga pada setiap fase kehidupan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi peningkatan sumber daya manusia nasional.
Salah satu wujud konkret upaya tersebut terlihat di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Manggala, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar Sulawesi Selatan dinilai sebagai praktik baik tingkat nasional.
Baca juga: Wujudkan Keluarga Berkualitas, Kepala BKKBN Canangkan 12 Kampung KB di Provinsi Papua Selatan
Kampung KB Manggala dikembangkan hingga tingkat kelurahan dengan pendekatan lintas siklus kehidupan keluarga, mulai dari pengasuhan anak, pendampingan remaja, hingga peningkatan kualitas hidup lansia.
Model ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam membangun keluarga yang tangguh, adaptif, dan berdaya.
“Kampung KB ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun keluarga berkualitas melalui program-program bina keluarga, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL),” ujar Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
*Pendampingan Keluarga dari Balita hingga Lansia*
Program bina keluarga di Kampung KB Manggala dirancang untuk mendampingi keluarga pada setiap fase kehidupan.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia, melainkan menyasar seluruh anggota keluarga secara berkelanjutan.
Pendekatan lintas siklus ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta membangun lingkungan keluarga yang sehat dan produktif sebagai basis pembangunan sumber daya manusia.
*Rumah DataKu Jadi Fondasi Perencanaan Pembangunan*
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Isyana juga meninjau Rumah DataKu yang berfungsi sebagai simpul integrasi data kependudukan di tingkat kelurahan.
Rumah DataKu menghimpun data keluarga, kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi yang digunakan sebagai dasar perencanaan program dan intervensi pembangunan.
“Terkait dengan data-data kependudukan, mudah-mudahan ini akan bermanfaat untuk perencanaan pembangunan di Kota Makassar kedepannya,” kata Wamen Isyana.
Ia menegaskan bahwa data yang akurat dan mutakhir menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan keluarga dan kependudukan di daerah.
*Program Simfoni, Dukungan Nyata bagi Orang Tua Tunggal*
Selain penguatan tata kelola data, Kampung KB Manggala juga mengembangkan inovasi Simfoni, program yang menyasar kelompok single parent, khususnya perempuan kepala keluarga.
Baca tanpa iklan