Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kasus Sedikit, Dampak Bisa Fatal, Ini Mengapa Virus Nipah Perlu Waspada Tinggi

Meski tidak mudah menular, virus ini tetap dipandang sebagai ancaman serius karena dampaknya yang dapat sangat fatal jika tidak terdeteksi sejak dini.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
zoom-in Kasus Sedikit, Dampak Bisa Fatal, Ini Mengapa Virus Nipah Perlu Waspada Tinggi
kompas.com
Ilustrasi virus Nipah - Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah dua kasus terkonfirmasi muncul di India.  

Ringkasan Berita:
  • Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah muncul dua kasus di India, dan meski tidak mudah menular, dampaknya bisa sangat fatal.
  • Epidemiolog menyebut Nipah sebagai ancaman low probability, high impact dengan tingkat kematian tinggi jika terlambat terdeteksi.
  • Virus ini bukan airborne seperti Covid-19, tetapi tetap berbahaya dan perlu kewaspadaan dini, terutama di fasilitas kesehatan.

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Virus Nipah kembali menjadi perhatian setelah dua kasus terkonfirmasi muncul di India. 

Meski tidak mudah menular, virus ini tetap dipandang sebagai ancaman serius karena dampaknya yang dapat sangat fatal jika tidak terdeteksi sejak dini.

Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan, karakter virus Nipah berada dalam kategori low probability, high impact, sebuah kondisi yang membuat kewaspadaan ekstra menjadi sangat penting.

“Nipah ini tidak mudah menyebar. Tapi ketika dia lolos deteksi awal, kelabuhan risikonya adalah kematian yang tinggi atau case fatality rate yang sangat tinggi bahkan, sampai 75 persen,” kata Dicky pada keterangannya, Sabtu (31/1/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Risiko Besar Jika Masuk Fasilitas Kesehatan

Menurut Dicky, salah satu skenario paling berbahaya adalah ketika kasus Nipah tidak terdeteksi dan masuk ke fasilitas layanan kesehatan. 

Rumah sakit berpotensi menjadi amplifier penularan, terutama jika tenaga kesehatan terpapar.

Kondisi tersebut dapat memicu lockdown lokal di rumah sakit dan berdampak pada kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan.

“Ketika ada kasus lokal tidak terdeteksi cepat, itu bisa menular di tenaga kesehatan setempat,” ujarnya.

Bukan Penyakit Airborne, Tapi Tetap Berbahaya

Dicky menegaskan, penting untuk membedakan Nipah dengan Covid-19. Virus Nipah bukan penyakit airborne dan tidak menyebar secepat Covid-19. 

Namun, tingginya tingkat kematian membuatnya tetap harus ditangani secara agresif sejak awal.

Sebagai informasi, penyakit zoonosis ini diklasifikasikan sebagai patogen prioritas oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO karena memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas