Kasus Kanker di Indonesia Meningkat, Dirut RS Dharmais Ungkap Faktor Penyebabnya
Angka kasus kanker di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Namun bisa saja faktor hormonal, genetik, maupun faktor non-genetik dapat jadi penyebab kanker.
Misalnya, kanker leher rahim (serviks) berkaitan dengan infeksi virus.
Kanker jenis ini dapat dicegah melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat misalnya dengan melakukan vaksinasi HPV.
Sementara itu, kanker payudara disebabkan genetik dan hormonal serta penyebab lain masih terus diteliti.
Dr Soeko mengingatkan, masyarakat harus menjalani pola hidup sehat, seperti tidak merokok dan tidak konsumsi gula, garam, lemak secara berlebihan untuk mencegah dan menekan risiko kanker.
Selain itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri saat mengalami keluhan atau perubahan yang tidak biasa pada tubuh.
Saat ini, pemerintah juga telah menyediakan program cek kesehatan gratis untuk membantu menemukan kanker pada tahap awal.
“Deteksi dini memungkinkan kanker ditemukan sejak awal, sehingga peluang penanganannya jauh lebih baik,” ujarnya.
Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai faktor penyebab, pencegahan masyarakat bisa aktif menjaga kesehatan sejak dini.
Kolaborasi seluruh komponen atau komunitas termasuk pemerintah, organisasi profesi menjadi kunci melawan kanker.
Tata Laksana Kanker di Indonesia
Ia menjelaskan, dimulai dari diagnosis kanker. Pada tahapan ini pasien melalui serangkaian pemeriksaan.
Mulai dari pemeriksaan darah, pemeriksaan radiologi seperti rontgen atau pencitraan lainnya, hingga pemeriksaan jaringan atau biopsi.
Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan kanker umumnya dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu pembedahan, kemoterapi, dan terapi radiasi.
Diagnosis dan pengobatan ini disesuaikan dengan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas hingga rumah sakit rujukan.
Baca tanpa iklan