Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kenali Cara Penularan Virus Nipah, Bisa Dari Buah Aren yang Tidak Dimasak

Virus Nipah meski bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita yakni di buah aren yang dikonsumsi langsung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kenali Cara Penularan Virus Nipah, Bisa Dari Buah Aren yang Tidak Dimasak
Jan Arendsz/Flickr cc
VIRUS NIPAH - Kelelawar bergelantungan di pohon buah menjadi reservoir alami berbagai virus berbahaya. Buah yang digigit kelelawar berisiko membawa virus Nipah, jalan masuk yang sering dianggap sepele.Virus Nipah meski bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita yakni di buah aren yang dikonsumsi langsung. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Untuk meminimalkan risiko penularan virus nipah, Kemenkes ingatkan potensinya.
  • Meski virus Nipah bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita. 
  • Salah satunya melalui buah aren yang dikonsumsi langsung.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Virus Nipah kembali menjadi perhatian, meski bukan penyakit baru, sumber penularannya ada di sekitar kita. 

Salah satunya melalui buah aren yang dikonsumsi langsung.

Baca juga: Cegah Virus Nipah, Pemerintah Disarankan Kampanye Protokol Kesehatan Berbasis Edukasi Digital


Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pola penularan virus ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa virus Nipah bukan penyakit baru. 

Rekomendasi Untuk Anda

Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998 dan telah muncul di sejumlah negara Asia lainnya, termasuk India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina.

“Sumber penularan umumnya berasal dari kelelawar atau hewan lain seperti babi,” jelas Aji dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Penularan Lewat Kontak dengan Hewan Terinfeksi

Aji memaparkan, manusia dapat terinfeksi virus Nipah melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama melalui urin, air liur, darah, dan sekresi.

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari. Pada kondisi berat, tingkat kematian dapat mencapai 40 hingga 75 persen.

“Belum ada vaksin atau obat spesifik untuk penyakit virus Nipah,” ungkap Aji.

Kondisi tersebut membuat pencegahan dan kewaspadaan masyarakat menjadi sangat penting.

Jangan Konsumsi Aren Tanpa Dimasak

Untuk meminimalkan risiko penularan, Kemenkes mengeluarkan sejumlah imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Kasus Sedikit, Dampak Bisa Fatal, Ini Mengapa Virus Nipah Perlu Waspada Tinggi

Masyarakat diminta tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar, serta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Selain itu, daging ternak harus dimasak hingga matang.

Kemenkes juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi langsung nira atau aren.

Jika tidak dikonsumsi langsung dari pohonnya tanpa dimasak terlebih dahulu.

“Hindari kontak dengan hewan terinfeksi atau sakit terutama kelelawar atau babi,” imbau Aji.

Perkuat Imunitas dan Waspadai Gejala

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya memperkuat imunitas tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin beraktivitas fisik.

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke India atau negara lain yang melaporkan kasus virus Nipah, disarankan untuk mengikuti protokol kesehatan dari otoritas setempat.

Apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, atau kejang hingga 14 hari setelah kepulangan dari negara terjangkit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat serta menerapkan etika batuk dan bersin.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas