Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ini 6 Tren Nutrisi dan Kesehatan yang Diprediksi Mendominasi Tahun 2026

Selain itu sebanyak 58 persen responden mengaku memiliki kendali dan kepercayaan diri guna mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik agar tetap sehat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ini 6 Tren Nutrisi dan Kesehatan yang Diprediksi Mendominasi Tahun 2026
HO/IST/HO/IST
ARAH BARU KESEHATAN - Pakar nutrisi olahraga Dr Krissy Ladner menyatakan, tahun 2026 ini ada 6 arah baru tren yang mendukung kesehatan. Seperti menjaga kesehatan pencernaan, pengelolaan stres, kekuatan fisik, kesehatan mental, teknologi serta pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan tubuh. 
Ringkasan Berita:
  • Tren kesehatan dan nutrisi masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan signifikan memasuki tahun 2026.
  • Perubahan pola ini terlihat dari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap komposisi makanan, kebiasaan olahraga.
  • Perubahan gaya hidup sehat tersebut tercermin dalam hasil survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren kesehatan dan nutrisi masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan signifikan memasuki tahun 2026. Kesadaran untuk menjalani gaya hidup sehat kini tidak lagi sekadar mengikuti pola diet umum, tetapi mulai mengarah pada pendekatan yang lebih personal, berbasis sains, serta didukung teknologi modern.

Baca juga: Menkeu Purbaya Merasa Dirugikan Gegara Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI Dadakan: Image Jadi Jelek

Perubahan pola ini terlihat dari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap komposisi makanan, kebiasaan olahraga, hingga pemulihan tubuh yang lebih terukur dan terarah.

Perubahan gaya hidup sehat tersebut tercermin dalam hasil survei Asia Pacific Health and Economic Empowerment 2025 yang dilakukan Herbalife. Survei tersebut menunjukkan sekitar 86 persen responden di Indonesia optimistis dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam 12 bulan ke depan.

Selain itu, sebanyak 58 persen responden mengaku memiliki kendali dan kepercayaan diri untuk mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.

Director of Sports Performance, Nutrition and Education Herbalife, Dr. Krissy Ladner mengatakan, pada tahun 2026 terdapat enam arah baru tren kesehatan yang diperkirakan akan semakin berkembang. Tren tersebut meliputi kesehatan pencernaan, pengelolaan stres, peningkatan kekuatan fisik, kejernihan mental, hingga pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan tubuh.

Rekomendasi Untuk Anda

“Perubahan ini akan memengaruhi cara masyarakat makan, berlatih, serta memulihkan kondisi tubuh mereka,” ujar Dr Krissy dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2/2026).

1. Kesehatan Pencernaan Jadi Fondasi Utama

Salah satu tren kesehatan yang semakin mendapat perhatian adalah menjaga kesehatan pencernaan. Banyak masyarakat mulai meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat serta nutrisi dasar untuk mendukung fungsi pencernaan.

Baca juga: Krisis Iklim Jadi Ancaman Kesehatan Anak, Dokter Soroti Mulai Ditinggalnya Adaptasi New Normal

Konsumsi gandum utuh, kacang-kacangan, sayuran, buah beri, serta suplemen serat semakin diminati karena dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, serta menjaga kestabilan energi sepanjang hari.

2. Dukungan Kesehatan Mental Makin Diperhatikan

Kesadaran terhadap kesehatan mental juga mengalami peningkatan signifikan. Masyarakat kini semakin memperhatikan manajemen stres melalui pola makan seimbang, pembatasan konsumsi alkohol, serta aktivitas relaksasi seperti yoga, meditasi, dan olahraga ringan.

Selain itu, makanan yang mengandung omega-3, magnesium, vitamin B, kolin, serta antioksidan semakin banyak dikonsumsi karena diyakini mampu mendukung kejernihan mental dan keseimbangan emosi. Pada 2026, pola hidup yang mendukung kesehatan mental diprediksi menjadi bagian dari rutinitas masyarakat.

3. Transparansi Bahan Baku Jadi Pertimbangan Konsumen

Tren lain yang berkembang adalah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap transparansi bahan baku produk makanan dan suplemen. Konsumen kini cenderung memilih produk dengan daftar bahan yang jelas, formulasi yang memiliki tujuan kesehatan tertentu, serta merek yang dapat dipercaya.

Minat terhadap makanan yang diproses secara minimal, berbahan pangan utuh, dan berbasis nabati juga semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Konsumen kini tidak hanya memperhatikan manfaat produk, tetapi juga proses pembuatannya.

4. Nutrisi Dipersonalisasi Sesuai Kebutuhan Tubuh

Nutrisi yang dipersonalisasi menjadi tren kesehatan yang terus berkembang. Masyarakat mulai menyesuaikan pola makan dan konsumsi suplemen berdasarkan kebutuhan individu, termasuk untuk mendukung keseimbangan hormon, kesehatan tulang, metabolisme, serta pemulihan tubuh.

Baca juga: 5 Manfaat Alpukat untuk Kesehatan, Bantu Jaga Berat Badan

Pendekatan ini memungkinkan seseorang menyesuaikan pola hidup sehat dengan kondisi tubuh, usia, hingga tahapan kehidupan yang sedang dijalani.

5. Kebiasaan Hidup Sehat Didukung Teknologi

Pemanfaatan teknologi juga semakin berperan dalam membantu masyarakat menjalani gaya hidup sehat. Penggunaan aplikasi nutrisi, pelacak tidur, hingga perangkat pemulihan pintar kini semakin populer.

Teknologi tersebut memberikan data yang membantu pengguna memahami respons tubuh terhadap makanan, aktivitas fisik, dan tingkat stres. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang dan membentuk kebiasaan hidup sehat yang lebih efektif serta personal.

6. Creatine Semakin Populer

Suplemen creatine juga diprediksi terus meningkat popularitasnya. Creatine tidak lagi hanya digunakan oleh atlet kekuatan, tetapi mulai banyak dikonsumsi masyarakat umum yang aktif berolahraga, termasuk perempuan.

Suplemen ini dikenal mampu meningkatkan performa latihan, daya ledak otot, serta membantu proses pemulihan tubuh. Hingga 2026, creatine diperkirakan tetap menjadi salah satu suplemen yang didukung oleh riset ilmiah.

Secara keseluruhan, tren kesehatan dan nutrisi pada 2026 menekankan pentingnya personalisasi, kemudahan penerapan, serta fokus pada kesejahteraan jangka panjang.

“Sebagai pakar nutrisi olahraga, saya melihat perubahan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan transformasi jangka panjang dalam cara masyarakat memahami dan merawat kesehatan tubuh mereka,” tutup Dr. Krissy.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas