Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Selamat dari Kecelakaan Maut, Rukhayah Wujudkan Haji Setelah 13 Tahun Penantian

Rukhayah berkisah, ia mendaftar haji sejak 19 Februari 2013, dengan masa tunggu selama 13 tahun. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Nuryanti
zoom-in Selamat dari Kecelakaan Maut, Rukhayah Wujudkan Haji Setelah 13 Tahun Penantian
Media Center Haji 2026
TUNGGU 13 TAHUN - Rukhayah (57), jemaah haji asal Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah saat sedang bersiap melaksanakan umrah wajib, Jumat (3/5/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan Rukhayah (57), jemaah haji asal Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menuju Tanah Suci tak sekadar kisah menabung dan menanti antrean. 

Di balik keberangkatannya tahun ini, tersimpan cerita ujian hidup yang nyaris merenggut nyawanya.

Pada tahun 2020, Rukhayah yang tergabung dalam kloter 3 embarkasi Solo (SOC) itu mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menjenguk tetangga. 

Insiden itu meninggalkan luka serius di kakinya, sedangkan beberapa orang yang bersamanya dilaporkan meninggal dunia.

"Akibatnya, saya tidak bisa jalan selama beberapa waktu," kenangnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Jumat (1/5/2026).

Pasca kejadian tersebut, Rukhayah harus menjalani pengobatan selama hampir satu tahun hingga akhirnya bisa kembali berjalan seperti biasa. 

Baginya, peristiwa itu menjadi ujian berat sekaligus titik balik dalam hidup.

Rekomendasi Untuk Anda

"Orang itu ada ujiannya masing-masing," lanjut dia.

Kini, ia berdiri di Tanah Suci dalam kondisi sehat bersama sang suami untuk menunaikan ibadah haji

Rukhayah mengaku tak henti bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

"Alhamdulillah, puji syukur, diberikan sehat, perjalanan lancar. Mohon doanya," katanya.

Tunggu Selama 13 Tahun

Rukhayah berkisah, ia mendaftar haji sejak 19 Februari 2013, dengan masa tunggu selama 13 tahun. 

Keputusan itu diambil saat ia merasa memiliki rezeki dari hasil bertani dan beternak.

Sehari-hari, Rukhayah bekerja sebagai petani jagung, pisang, dan padi. Dari hasil panen serta penjualan kambing, ia mengumpulkan biaya haji bersama suaminya.

"Waktu itu mumpung ada rezeki, jadi buat daftar haji," tuturnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas