Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Batasan Aman Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes

Menjelang bulan Ramadan, banyak penderita diabetes tetap bertekad menjalankan ibadah puasa. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Batasan Aman Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes
khaberni/tangkap layar
PUASA DIABETES - Gambar tangkap layar Khaberni, Minggu (3/8/2025), yang menunjukkan penderita diabetes menggunakan insulin. Menjelang bulan Ramadan, banyak penderita diabetes tetap bertekad menjalankan ibadah puasa.  

Ringkasan Berita:
  • Banyak penderita diabetes tetap bertekad menjalankan ibadah puasa Ramadan.
  • Ada risiko kesehatan yang perlu dipahami agar puasa tetap aman.

 

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang bulan Ramadan, banyak penderita diabetes tetap bertekad menjalankan ibadah puasa

Di Indonesia, fenomena ini sangat umum terjadi. 

Baca juga: 4 Rekomendasi Minuman Diabetes Berdasarkan Cara Kerja di Tubuh dan Dampaknya

Namun di balik semangat tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu dipahami agar puasa tetap aman.

Rekomendasi Untuk Anda

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Helmi Fakhruddin, Sp.PD mengungkapkan sebagian besar pasien diabetes di Indonesia tetap berpartisipasi dalam puasa Ramadan. 

“Menurut beberapa studi yang dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri terutama di Indonesia, memang untuk Indonesia sendiri 9 dari 10 pasien diabetes pada saat bulan Ramadan biasanya menjalankan dan ikut berpartisipasi dalam puasa Ramadhan,” ujarnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kamis (12/2/2026). 

Meski demikian, puasa pada penderita diabetes bukan tanpa risiko. 

Perubahan pola makan dan jadwal minum obat selama Ramadan dapat memicu gangguan keseimbangan gula darah.


Risiko Hipoglikemia saat Penderita Diabetes Berpuasa

Lebih lanjut dr. Helmi menjelaskan, salah satu risiko utama adalah meningkatnya kejadian hipoglikemia atau gula darah rendah. 

Kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.

“Angka kejadian hipoglikemi pada pasien diabetes di bulan Ramadhan itu sangat meningkat. Bisa sampai 7,5 kali lebih,” kata dr. Helmi.

Selain hipoglikemia, pasien juga berisiko mengalami hiperglikemia, dehidrasi, kenaikan berat badan, trombosis, hingga komplikasi lain. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas