Kemenkes Jelaskan Kronologis 2 Kasus Campak Asal Indonesia yang Hasil Tes PCR Positif di Australia
Kemenkes beberkan kronologis 2 kasus campak di Australia yang diduga dari Indonesia. Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membeberkan kronologis dua kasus campak yang dilaporkan Otoritas Kesehatan Australia melalui mekanisme International Health Regulation (IHR).
Baca juga: Respons Tegas Australia Hadapi Dua Kasus Campak dari Jakarta Perlu Ditiru Indonesia
Laporan tersebut berkaitan dengan dua warga yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026 dan kemudian dinyatakan positif campak berdasarkan pemeriksaan PCR.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Andi Saguni menyampaikan bahwa notifikasi telah diterima secara resmi oleh pemerintah Indonesia.
“Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerima notifikasi resmi melalui Mekanisme International Health Regulation atau IHR dari Otoritas Kesehatan Australia terkait dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia,"ungkap Andi pada video yang diunggah di akun Instagram Kemenkes, Rabu (25/2/2026).
Kronologis Kasus Pertama
Kasus pertama merupakan perempuan berusia remaja (18 tahun) dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada 2009 dan 2012.
Ia melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima Kemenkes, gejala ruam muncul pada 8 Februari saat yang bersangkutan berada di Perth.
Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, hasil PCR dinyatakan positif campak.
Kronologis Kasus Kedua
Kasus kedua merupakan anak perempuan usia 6 tahun yang tidak memiliki riwayat imunisasi campak.
Ia melakukan perjalanan menggunakan Garuda Indonesia rute Jakarta–Sydney pada 17 Februari 2026.
Sebelum dinyatakan positif, gejala demam, batuk, dan pilek telah muncul pada 11 Februari.
Hasil pemeriksaan PCR kemudian dinyatakan positif pada 18 Februari 2026.
Baca tanpa iklan