Boleh Puasa Saat Menyusui, Asal Jangan Abaikan Sinyal Tubuh Ini
Banyak ibu menyusui tetap dapat berpuasa. Namun, pemantauan kondisi ibu dan bayi tetap menjadi hal yang utama.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Banyak ibu menyusui tetap dapat berpuasa.
- Namun,kondisi ibu dan bayi tetap harus dipantau.
- Selama menjalani puasa, ibu perlu lebih peka terhadap sinyal tubuhnya sendiri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Keputusan berpuasa saat menyusui sering kali terasa membingungkan.
Tidak sedikit ibu yang bertanya, apakah aman bagi tubuhnya dan cukup untuk kebutuhan bayi?
Baca juga: Ibu Menyusui Tetap Ingin Puasa? Dokter Ungkap Pola Makan Aman agar ASI dan Energi Terjaga
Menurut dokter spesialis anak dan laktasi di Eka Hospital Pluit, dr. Revina Tranggana, Sp.A, CIMI, pada dasarnya banyak ibu menyusui tetap dapat berpuasa. Namun, pemantauan kondisi ibu dan bayi tetap menjadi hal yang utama.
Puasa Itu Individual, Tidak Bisa Disamaratakan
Setiap ibu memiliki kondisi tubuh yang berbeda.
Usia bayi, pola menyusui, hingga kondisi kesehatan ibu perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan berpuasa.
“Setiap ibu memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Karena itu keputusan berpuasa sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” kata dr. Revina Tranggana, Sp.A, CIMI.pada keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Artinya, tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua ibu menyusui.
Tanda Ibu Tidak Kuat Berpuasa
Selama menjalani puasa, ibu perlu lebih peka terhadap sinyal tubuhnya sendiri.
“Jika ibu merasa sangat lemas, pusing, atau tanda dehidrasi mulai muncul, sebaiknya puasa tidak dipaksakan,” ujar dr. Revina
Rasa lemas berlebihan, pusing, dan tanda dehidrasi menjadi alarm penting bahwa tubuh membutuhkan asupan.
Kesehatan ibu adalah fondasi utama keberhasilan menyusui. Jika ibu tidak dalam kondisi optimal, tentu proses menyusui juga bisa terganggu.
Jangan Abaikan Kondisi Bayi
Selain kondisi ibu, tanda dari bayi juga perlu diperhatikan.
Apabila bayi menunjukkan tanda tidak mendapatkan ASI yang cukup, ibu dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
Baca tanpa iklan