Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menyusui Saat Puasa Ramadan Bukan Masalah, Ini Penjelasan Dokter

Puasa tidak otomatis membuat ASI berhenti. Yang menentukan adalah bagaimana ibu menjaga kondisi tubuhnya selama Ramadan.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Menyusui Saat Puasa Ramadan Bukan Masalah, Ini Penjelasan Dokter
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
ILUSTRASI IBU MENYUSUI. 

Ringkasan Berita:
  • Pada dasarnya banyak ibu menyusui tetap dapat menjalankan puasa selama kondisi tubuhnya baik dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi
  • Salah satu kekhawatiran terbesar adalah ASI berhenti atau seret saat puasa. Padahal, produksi ASI tidak semata dipengaruhi oleh makan dan minum dalam jangka pendek
  • Selama ibu tetap menyusui atau memompa secara rutin, tubuh memiliki mekanisme adaptasi untuk menjaga produksi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tak sedikit ibu menyusui diliputi dilema saat Ramadan. Di satu sisi ingin tetap menjalankan ibadah puasa, di sisi lain muncul kekhawatiran, apakah puasa bisa membuat produksi ASI menurun?

Pertanyaan ini bukan hal baru. Di ruang konsultasi dokter, topik tersebut hampir selalu muncul setiap tahun.

Dokter Spesialis Anak dan Laktasi di Eka Hospital Pluit, dr. Revina Tranggana, Sp.A, CIMI, menjelaskan bahwa pada dasarnya banyak ibu menyusui tetap dapat menjalankan puasa selama kondisi tubuhnya baik dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

“Yang paling penting bukan hanya puasanya, tetapi bagaimana ibu menjaga asupan cairan, nutrisi, dan istirahat selama Ramadan,” ujar dr. Revina Tranggana, Sp.A, CIMI pada keterangannya, Kamis (26/2/2026). 

Produksi ASI Bekerja dengan Sistem “Supply and Demand”

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah ASI berhenti atau seret saat puasa. Padahal, produksi ASI tidak semata dipengaruhi oleh makan dan minum dalam jangka pendek.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dr. Revina, produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Artinya, semakin sering bayi menyusu atau ASI dikeluarkan, semakin banyak pula produksi ASI.

Baca juga: 11 Asupan Nutrisi Penting bagi Ibu Menyusui agar Produksi ASI Tetap Optimal

“Selama proses menyusui tetap berjalan dengan baik, biasanya tubuh akan menyesuaikan produksinya. Puasa saja tidak otomatis membuat ASI berhenti,” jelas dr. Revina. 

Artinya, selama ibu tetap menyusui atau memompa secara rutin, tubuh memiliki mekanisme adaptasi untuk menjaga produksi.

Rekomendasi ini juga sejalan dengan anjuran dari World Health Organization yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Kenapa Ada Ibu yang Merasa Produksi ASI Menurun?

Meski secara teori produksi tetap berjalan, pengalaman setiap ibu bisa berbeda. Dalam praktik klinis, sebagian ibu mengaku merasa lebih cepat lelah atau haus saat berpuasa. Ada pula yang merasa produksi ASI berkurang.

Menurut dr. Revina, kondisi ini sering kali bukan semata karena puasanya.

“Sering kali yang terjadi bukan karena puasanya, tetapi karena ibu kurang minum, kurang makan, atau waktu istirahatnya tidak cukup,” jelasnya.

Tubuh ibu menyusui membutuhkan energi tambahan setiap hari untuk memproduksi ASI. 

Jika asupan cairan dan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik antara berbuka hingga sahur, wajar jika ibu merasa lebih lemah.

Kuncinya Ada di Manajemen Nutrisi dan Hidrasi

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas