Salah Kaprah Orang Merasa Sehat dengan Minum Jus Buah Tanpa Gula Tambahan
Tidak semua jus benar-benar baik untuk tubuh, terutama bagi kesehatan metabolik yang berdampak pada ginjal.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Tidak semua jus benar-benar baik untuk tubuh, terutama bagi kesehatan metabolik yang berdampak pada ginjal
- Masalah utama jus terletak pada hilangnya serat saat buah diperas dan disaring
- Menurut Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, Dina Nilasari, cara terbaik mengonsumsi buah adalah dalam bentuk utuh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjaga kesehatan ginjal saat berpuasa sering kali dikaitkan dengan cukup minum dan menghindari dehidrasi.
Namun ada satu kebiasaan yang kerap luput dari perhatian, cara mengonsumsi buah dan minuman manis saat sahur maupun berbuka.
Banyak orang merasa sudah memilih opsi sehat dengan minum jus buah tanpa gula tambahan.
Padahal, menurut Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, tidak semua jus benar-benar baik untuk tubuh, terutama bagi kesehatan metabolik yang berdampak pada ginjal.
Jus Tanpa Serat = Gula Cepat Masuk ke Tubuh
Menurut dr. Dina, masalah utama jus terletak pada hilangnya serat saat buah diperas dan disaring.
“Iya, karena yang hanya airnya saja itu juga gula. Itu sama aja kita minum gula,"ungkapnya ditemui usai acara edukasi Edukasi Media: Kenali Penyakit Langka dan Jenisnya yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dengan AstraZeneca Indonesia, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Tak Semua Orang Boleh Minum Jus Hijau! Dokter Beberkan Cara Pilih yang Aman
Ketika buah hanya diambil sarinya, kandungan serat yang berfungsi memperlambat penyerapan gula menjadi hilang.
Akibatnya, gula lebih cepat masuk ke aliran darah.
Ia menegaskan bahwa cara terbaik mengonsumsi buah adalah dalam bentuk utuh.
“Makanya lebih bagus makan buah utuh daripada minum jus yang sudah dihilangkan ampasnya,"imbuhnya.
Serat membantu tubuh menyerap gula secara bertahap, sehingga lonjakan gula darah dapat ditekan.
Saat puasa, kondisi ini penting karena tubuh berada dalam fase adaptasi dari tidak makan dan minum seharian.
Bahkan jus yang dijual dengan klaim “tanpa gula tambahan” belum tentu sehat jika seratnya sudah dihilangkan.
Tanpa ampas, kandungan alaminya tetap didominasi gula buah yang cepat diserap tubuh.
Baca tanpa iklan