Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Disangka Anemia Biasa, Lemas dan Mudah Memar Bisa Jadi Tanda Penyakit Langka

Gejala anemia dan gangguan ginjal bisa jadi tanda Atypical Hemolytic Uremic Syndrome, penyakit langka yang sering terlambat dikenali

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sering Disangka Anemia Biasa, Lemas dan Mudah Memar Bisa Jadi Tanda Penyakit Langka
HANDOUT
PENYAKIT LANGKA - Lemas, pucat, mudah memar sering dianggap sekadar anemia. Padahal, kombinasi gangguan darah dan ginjal bisa menjadi tanda penyakit langka yang mengancam jiwa, seperti Atypical Hemolytic Uremic Syndrome (aHUS). Kenali gejalanya sejak dini karena penderita harus cuci darah seumur hidup 

Namun gangguan darah bukan satu-satunya masalah. 

Penyakit ini juga bisa menyerang ginjal, sistem saraf pusat, jantung, paru, hingga saluran cerna.

Itulah sebabnya penanganan harus melibatkan lebih dari satu spesialis.Menariknya, sekitar 7 dari 10 pasien EHAS pertama kali menunjukkan gejala saat tubuh mengalami pemicu aktivasi sistem komplemen, bagian dari sistem pertahanan tubuh.

Baca juga: Anak Indonesia Berisiko Alami Penyakit Langka Neurofibromatosis Tipe 1

“Nah memang secara literatur kehamilan adalah penyakit yang paling umum. Itulah mengapa rare disease ini kadang untuk mendapatkan diagnosis butuh waktu yang cukup lama,"imbuhnya. 

Pemicu tersebut bisa berupa infeksi akut, tekanan darah sangat tinggi, kehamilan, cedera, operasi, kanker, hingga penyakit autoimun.

Karena sering muncul bersamaan dengan kondisi lain, pasien bisa saja lebih dulu datang ke dokter kandungan saat hamil, ke dokter umum saat infeksi, atau ke IGD dalam kondisi berat.

Di sinilah tantangan terbesar berada: mengenali kombinasi gangguan darah dan ginjal sebagai sesuatu yang tidak biasa.

Rekomendasi Untuk Anda

“Tantangan terbesar bukannya yang terapi, tetapi bagaimana kita mengenali penyakit ini lebih cepat. Dan kombinasi gangguan darah dan ginjal bukan kondisi biasa dan tidak boleh dianggap,"lanjutnya. 

Kesadaran inilah yang diharapkan dapat mempercepat diagnosis, sehingga pasien tidak terlambat mendapatkan terapi yang tepat.


 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas