Terlambat Sadar Terpukul oleh Diagnosis Kusta, Pasti Sembuh dan Tak Akan Menular
Pentingnya deteksi dini bercak di cuping telinga gejala Kusta, 90 persen tak menular jika minum obat MDT
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Sri Juliati
Istrinya yang berjualan makanan menjadi penopang ekonomi keluarga.
Meski demikian, ia bersyukur tidak mengalami diskriminasi dari lingkungan sekitar.
Hanya keluarga inti yang mengetahui kondisinya, dan dukungan yang ia terima justru sangat besar.
“Alhamdulillah, keluarga selalu berusaha yang terbaik buat saya,” ucapnya.
Secara fisik, setelah menjalani pengobatan rutin selama hampir satu tahun, kondisinya berangsur membaik.
Walau terkadang masih muncul nyeri dan kebas saat kelelahan, ia sudah bisa kembali bergerak normal.
Pengobatan Gratis dan Harapan untuk Sembuh
Solusi yang ia jalani dimulai dari memeriksakan diri ke dokter kulit, kemudian rutin mengambil obat kusta secara gratis di puskesmas setiap bulan.
Ia mengaku tidak mengalami kendala selama terapi.
Tenaga medis memberikan penanganan dan edukasi yang jelas. Ia pun disiplin minum obat dan menjaga kebersihan.
“Minum obat rutin dari puskesmas, jaga kebersihan, pakai masker. Insyaallah saya yakin tidak akan menular,” ujarnya.
Yang membuatnya bertahan adalah keyakinan bahwa kusta bisa disembuhkan.
“Saya masih muda, dan saya yakin pasti akan sembuh, saya tetap berdoa dan ikhtiar. Saya percaya sama Tuhan bahwa saya pasti bisa sembuh.”
Kini rasa percaya dirinya mulai pulih. Ia merasa telah diterima kembali oleh lingkungan. Namun ia menegaskan, kesalahpahaman tentang kusta masih perlu diluruskan.
Seperti halnya tentang asumsi tak benar bahwa kusta tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan.