Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Batas Aman Gula Darah agar Diabetesi yang Berpuasa Tak Berujung Darurat

Bagi diabetesi, puasa tak hanya menahan lapar dan haus. Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak .

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Batas Aman Gula Darah agar Diabetesi yang Berpuasa Tak Berujung Darurat
Shutterstock
Bagi diabetesi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak drastis. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Bagi diabetesi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. 
  • Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak drastis.
  • Sampai batas mana diabetesi aman berpuasa?

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ramadan sering jadi momen refleksi, termasuk bagi penyandang diabetes. 

Namun satu pertanyaan selalu muncul: sampai batas mana diabetesi aman berpuasa?

Baca juga: Cegah Risiko Hipoglikemia & Hiperglikemia di Bulan Puasa, Diabetesi Bisa Lakukan 4 Tips Ini

Bagi diabetesi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak drastis.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Eka Hospital BSD, Prof. dr. Hari Hendarto, Sp. P.D, Subsp. E.M.D. (K), Ph.D, MARS, kunci utamanya adalah kontrol dan persiapan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa,"ungkap dr Hari pada keterangannya, Rabu (4/2/2026). 

Namun, tidak semua pasien berada di zona aman.

Kenali Dua Ancaman Utama Saat Puasa

Ilustrasi sakit kepala berat.
Ilustrasi sakit kepala berat. (Shutterstock)

Tantangan terbesar diabetesi saat puasa adalah menjaga gula darah tetap stabil.

Ada dua risiko yang paling sering terjadi:

1. Hipoglikemia


Penurunan gula darah drastis di bawah 70 mg/dL. Gejalanya bisa berupa pusing, gemetar, lemas, bahkan pingsan. Kondisi ini biasanya terjadi di siang hari.

2. Hiperglikemia


Lonjakan gula darah yang tidak terkendali akibat asupan karbohidrat atau gula berlebih saat berbuka.

Dua kondisi ini bisa berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik.

Batas Aman: Kapan Harus Bertahan, Kapan Harus Berhenti?

Puasa tidak boleh memaksakan diri. Batas tegasnya jelas, segera batalkan puasa bila gula darah turun di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas