Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Jawab Kekurangan Nakes di Indonesia, Peran Vokasi Dinilai Perlu Diperkuat

Indonesia kekurangan tenaga kesehatan, rasio 3,84 per 1.000 penduduk. Poltekes Bhakti Kencana siapkan SDM vokasi kompeten.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Indonesia menghadapi kekurangan tenaga kesehatan dengan rasio 3,84 per 1.000 penduduk, di bawah standar WHO. 
  • Poltekes Bhakti Kencana memperkuat peran sebagai institusi vokasi dengan kurikulum aplikatif, tenaga pengajar berkualitas, dan jaringan kerja sama luas untuk mencetak SDM kesehatan kompeten.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam ketersediaan tenaga kesehatan.  

Rasio tenaga medis nasional saat ini masih 3,84 per 1.000 penduduk, di bawah standar WHO sebesar 4,45 per 1.000 penduduk untuk cakupan layanan universal. 

Ketimpangan distribusi di lebih dari 17.000 pulau, meningkatnya jumlah lansia, serta bergesernya pola penyakit ke arah kronis membuat kebutuhan tenaga kesehatan semakin mendesak. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memastikan tersedianya tenaga kerja profesional, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Bhakti Kencana memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia

Pendiri Poltekes Bhakti Kencana, A. Mulyana, menegaskan langkah ini merupakan strategi nyata menghadapi dinamika dunia kesehatan. 

“Langkah ini menjawab tantangan dunia kesehatan yang makin dinamis serta memenuhi tingginya permintaan tenaga kesehatan profesional yang kompeten dan siap kerja,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026). 

Sebagai perguruan tinggi vokasi, Poltekes Bhakti Kencana menerapkan sistem pendidikan adaptif dan aplikatif. Kurikulum dirancang selaras dengan kebutuhan industri kesehatan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis melalui praktik intensif. 

Rekomendasi Untuk Anda

Komitmen peningkatan kualitas SDM kesehatan juga ditopang oleh tenaga pengajar bergelar Magister (S2) dan Doktor (S3), lulusan dalam dan luar negeri.  

Selain itu, Poltekes Bhakti Kencana memiliki keunggulan strategis melalui afiliasi dengan Universitas Bhakti Kencana serta jaringan kerja sama dengan lebih dari 50 perguruan tinggi dan institusi kesehatan. 

Kolaborasi ini membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas akademik, melakukan penelitian, hingga memperoleh akses karier yang lebih besar setelah lulus.  

"Poltekes Bhakti Kencana bukan sekadar tempat belajar, melainkan jembatan bagi generasi muda untuk meniti karier masa depan yang jelas di bidang kesehatan,” tegas Mulyana.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas