Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tren Campak di Indonesia Turun, Tapi Tetap Waspada Penularan saat Mudik dan Libur Lebaran

Risiko penularan penyakit campak masih berpotensi terjadi saat mudik dan libur Lebaran, meski kasus saat ini menurun.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Ringkasan Berita:
  • Risiko penularan penyakit campak masih berpotensi terjadi saat mudik dan libur Lebaran. 
  • Tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.
  • Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan campak.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Mobilitas masyarakat dan kerumunan yang meningkat jelang periode mudik dan libur Lebaran, berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit campak.

Merujuk data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian.

Baca juga: Menhub Prediksi 143,9 Juta Orang Mudik Tahun Ini, Pemudik Mulai Bergerak Jumat Pekan Depan 

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni mengatakan, tren kasus campak sempat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.'

Meski tren mulai menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan campak.

“Masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” kata dalam konferensi pers via online di Jakarta, Jumat (7/3/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

 

Data Terkini Penularan Campak

Ilustrasi penyakit campak pada anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
Ilustrasi penyakit campak pada anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) (Tribunnews.com/Ilustrasi/Kemenkes)

Selain itu, dari data yang sama saat ini ada 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. 

Adapun pelaksanaan program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) campak-rubella (MR) ini dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9–59 bulan selama Maret 2026. 

tren campak
CAMPAK - Tren campak di Indonesia mulai turun, Kemenkes tetap waspadai penularan saat mudik dan libur Lebaran. Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni dalam konferensi pers via online di Jakarta, Jumat (7/3).

Pelayanan imunisasi dilakukan melalui berbagai titik layanan untuk menjangkau lebih banyak anak, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan (PAUD dan TK), tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.

“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” kata dr. Andi.

Selain imunisasi, masyarakat juga dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan.

“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” jelasnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas