Beredar Hoaks di Aceh, Wamenkes Ungkap Pendapat Ulama yang Tegaskan Imunisasi Tidak Haram
Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono mengungkap pendapat ulama tetang imunisasi dalam hukum Islam tidak haram.
Penulis:
M Alivio Mubarak Junior
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Pemerintah tanggapi isu yang menyebut imunisasi haram beredar di Aceh.
- Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono mengungkap pendapat ulama tetang imunisasi dalam hukum Islam tidak haram.
- Fatwa ulama imunisasi itu mubah atau dibolehkan.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Isu yang menyebut imunisasi haram beredar khususnya di Provinsi Aceh, akhirnya mendapat respons dari pemerintah.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menegaskan imunisasi tidak haram, melainkan mubah atau dibolehkan sesuai fatwa ulama, termasuk di Aceh.
Baca juga: 263 Kasus Campak Ditemukan di Aceh, Wamenkes Soroti Rendahnya Imunisasi
Hal ini diharapkan dapat mengikis keraguan orangtua untuk membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamenkes di sela-sela Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose Imunisasi di Banda Aceh pada Jumat (22/5/2026).
Dalam agenda tersebut, ia juga memantau langsung pelaksanaan imunisasi di Posyandu Panteriek serta Puskesmas Batoh, Kota Banda Aceh.
"Mengenai isu halal dan haram imunisasi. MUI sudah memberikan fatwa imunisasi itu hukumnya mubah atau boleh," kata Dante Saksono di Banda Aceh, Jumat.
Tak hanya di tingkat nasional, regulasi keagamaan di Serambi Mekah pun memiliki pandangan yang sejalan.
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menetapkan aturan serupa lewat Fatwa Nomor 13 Tahun 2012 yang memperbolehkan tindakan preventif medis ini.
"Fatwa MPU di Aceh Nomor 12 tahun 2013, bahwa imunisasi itu hukumnya mubah atau boleh," jelasnya.
"Jadi tidak ada lagi isu yang mengaitkan antara halal dan haram imunisasi," tambahnya.
- Dampak Nyata Capaian Rendah: Ratusan Anak Kena Campak
Wamenkes berharap penjelasan ini dapat meluruskan stigma negatif di tengah masyarakat Aceh.