Pemudik Disarankan Pakai Masker di Keramaian untuk Cegah Campak
Wabah Campak masih berpotensi terjadi di masa mudik lebaran. Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Wabah Campak masih berpotensi terjadi di masa mudik lebaran.
- Kemenkes) tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.
- Pemudik diimbau menggunakan masker saat berada di keramaian untuk mencegah penularan.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Kasus campak di Indonesia menunjukkan tren penurunan memasuki pekan ke-9 tahun 2026 ini.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama perjalanan mudik, termasuk menggunakan masker saat berada di keramaian untuk mencegah penularan.
Baca juga: Tips Cegah Penularan Campak Pada Bayi, Jangan Cium Sembarangan si Kecil saat Silaturahmi Lebaran
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menuturkan,
orang tua harus memastikan kondisi kesehatan, terutama anak balita sebelum melakukan perjalanan jauh.
"Orang tua harus aware, harus tahu kondisi anak balitanya," kata dr Andi saat ditemui di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Saat anak mengalami demam, batuk, pilek atau tanda-tanda lain seperti konjunktivitis yang mengarah kepada campak, segera bawa ke fasilitas pelayan kesehatan untuk diperiksa serta menunda perjalanan tersebut sampai anak sembuh.
Baca juga: Kemenkes Sediakan Layanan Deteksi TBC hingga Imunisasi Campak di Posko Kesehatan Mudik Lebaran 2026
"Campak ini daya tular penyakit sangat tinggi menyebar ke orang lain," tegas dia.
Kemudian bagi orang yang sehat, saat memiliki gejala batuk, pilek atau serta berada di keramaian seperti terminal, bandara, pelabuhan sebaiknya menggunakan masker.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama perjalanan mudik.
Salah satunya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit selama perjalanan.
"Ketika berada di keramaian, tidak ada salahnya menggunakan masker sebagai langkah pencegahan,” jelas dr Andi.
Campak dapat ditularkan melalui droplet (percikan) di udara saat penderita bersin, batuk atau kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan, serta permukaan benda yang terkontaminasi.
Virus bertahan di udara hingga 2 jam, dengan risiko 90 persen penularan pada orang yang tidak divaksinasi.
Selamatkan Bayi dari Ciuman
Baca tanpa iklan