Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Masih Ada Orang Tua Tolak Vaksin, Dokter Ingatkan Risiko Anak Tanpa Imunisasi Campak

Upaya pencegahan penyakit menular pada anak masih sangat bergantung kepada keberhasilan program imunisasi. Salah satu penyakit sorotan adalah campak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
Ringkasan Berita:
  • Pendekatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan perlu bersifat edukatif dan komunikatif. Dengan memberikan penjelasan yang tepat.
  • Anak yang sedang sakit juga sebaiknya tidak mengikuti kegiatan sekolah untuk sementara waktu agar tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya.
  • Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya imunisasi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya pencegahan penyakit menular pada anak masih sangat bergantung pada keberhasilan program imunisasi. Salah satu penyakit yang hingga kini menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah Campak, infeksi virus yang sangat mudah menular terutama pada anak-anak. Di tengah berbagai upaya pemerintah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, masih ditemukan sebagian orang tua yang memilih tidak memberikan imunisasi kepada anaknya. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menekan penularan campak, mengingat vaksinasi selama ini terbukti sebagai langkah paling efektif untuk memberikan perlindungan dan mencegah terjadinya wabah di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Gejalanya Mirip Flu, Batuk dan Pilek Lalu Ruam, Dokter Ingatkan Campak Mudah Menular Lewat Udara

Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis I Wayan Gustawan menegaskan bahwa hingga saat ini imunisasi masih menjadi kunci utama dalam pencegahan campak. Ia menyebut berbagai penelitian dan pengalaman dalam program kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa vaksinasi mampu menurunkan angka infeksi secara signifikan.

“Dengan vaksinasi itu mampu menurunkan kejadian infeksi sangat signifikan, bahkan efektivitasnya bisa di atas 95 persen,” kata dr. Wayan dalam talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Minggu (15/3/2026).

Campak termasuk penyakit yang penularannya sangat cepat. Virus dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, dan penularan dapat terjadi di berbagai tempat seperti rumah, sekolah, hingga area bermain anak. Karena sifatnya yang sangat menular, upaya pencegahan menjadi langkah yang sangat penting untuk melindungi anak dari risiko infeksi.

Anak yang tidak mendapatkan imunisasi pada dasarnya tidak memiliki perlindungan terhadap virus campak. Hal ini membuat mereka lebih rentan tertular ketika terpapar virus dari lingkungan sekitar. Ketika muncul kasus campak di suatu wilayah, anak-anak yang belum divaksin memiliki kemungkinan lebih besar untuk terinfeksi dibandingkan mereka yang telah mendapatkan imunisasi lengkap.

Situasi tersebut juga dapat memicu penyebaran penyakit yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan anak sekaligus melindungi masyarakat secara keseluruhan.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski manfaat vaksin telah banyak dibuktikan, dr. Wayan mengakui masih ada sebagian orang tua yang enggan membawa anaknya untuk imunisasi. Menurutnya, kondisi ini perlu disikapi dengan pendekatan yang lebih bijak dan tidak menghakimi.

“Kita harus jujur mengakui memang sampai saat ini masih ada beberapa orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi,” ujarnya.

Ia menilai langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami alasan di balik keputusan orang tua tersebut. Setiap keluarga bisa memiliki pertimbangan yang berbeda, mulai dari kekhawatiran tertentu hingga kondisi kesehatan anak.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan perlu bersifat edukatif dan komunikatif. Dengan memberikan penjelasan yang tepat, diharapkan orang tua dapat memahami manfaat imunisasi bagi perlindungan kesehatan anak.

Selain keluarga dan tenaga kesehatan, lingkungan sekolah juga memiliki peran dalam mencegah penyebaran campak. Jika terdapat siswa yang dicurigai mengalami gejala campak, guru dapat menyarankan agar anak tersebut segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Pemudik Disarankan Pakai Masker di Keramaian untuk Cegah Campak

Anak yang sedang sakit juga sebaiknya tidak mengikuti kegiatan sekolah untuk sementara waktu agar tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya. Di sisi lain, pihak sekolah dapat memantau kondisi siswa lain yang berada di sekitar anak yang sakit, terutama jika mulai muncul gejala awal seperti demam.

Menurut dr. Wayan, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya imunisasi. Dengan pendekatan yang tepat dan pemahaman yang lebih baik dari masyarakat, diharapkan cakupan vaksinasi dapat meningkat sehingga risiko penularan campak di masyarakat dapat ditekan dan anak-anak memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas