Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Alasan Zulkifli Hasan Akui Minta Jabatan Menko Pangan ke Prabowo

Zulhas buka alasan memilih kursi Menko Pangan dan mengklaim RI kini mampu menghentikan impor beras pada 2025.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan mengaku secara langsung meminta jabatan kepada Prabowo Subianto karena ingin fokus membela petani dan sektor pangan nasional.
  • Dalam podcast Refly Harun, Zulhas juga mengklaim Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025.
  • Ia menyebut deregulasi pupuk dan kenaikan harga gabah menjadi faktor utama lonjakan produksi beras nasional.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku secara langsung meminta jabatan Menko Pangan kepada Presiden Prabowo Subianto karena merasa memiliki kedekatan emosional dan ideologis terhadap isu pangan serta kehidupan petani desa.

Pengakuan itu disampaikan Zulhas dalam podcast bersama Refly Harun saat menjelaskan alasan dirinya memilih mengurus sektor pangan dibanding posisi ekonomi yang lebih luas.

“Mengko pangan ini saya minta,” kata Zulhas dikutip pada Rabu (27/5/2026).

Ia mengungkapkan, keinginannya memimpin sektor pangan berangkat dari janji masa kecil kepada ayahnya untuk membela kehidupan petani desa jika suatu saat berhasil di dunia politik dan pemerintahan.

Menurut Zulhas, latar belakangnya sebagai anak petani di Lampung membuatnya memahami langsung persoalan ketimpangan ekonomi desa, rendahnya posisi tawar petani, hingga praktik perdagangan pangan yang dinilai terlalu liberal pascareformasi.

“Saya masuk politik itu tujuannya itu. Janji sama ayah saya, kalau berhasil harus bela saudara-saudara yang petani,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua Umum PAN itu mengatakan dirinya bahkan sempat diarahkan ke posisi Menko Perekonomian sebelum pelantikan kabinet. Namun ia kembali meminta agar diberi tanggung jawab khusus di bidang pangan.

“Sehari sebelum dilantik saya bilang lagi, kalau boleh saya ngurusi pangan saja,” katanya.

Dalam podcast tersebut, Zulhas juga menyebut Presiden Prabowo memiliki perhatian besar terhadap isu swasembada pangan sejak lama.

Ia mengklaim agenda kemandirian pangan sudah menjadi komitmen politik yang dibangun sejak beberapa kali pemilihan presiden.

Baca juga: Sampaikan Arahan Presiden soal Pangan di Lemhannas, Zulhas Ungkap Produksi Beras Naik Tajam

Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menjalankan pendekatan ekonomi yang lebih berpihak kepada petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil desa.

“Pangan itu hak warga negara. Tanpa pangan yang cukup, kita enggak bisa ke mana-mana,” ucapnya.

Klaim Impor Beras Nol

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas turut mengklaim Indonesia tidak lagi melakukan impor beras sepanjang 2025 seiring meningkatnya produksi domestik dan stok cadangan pemerintah.

Ia menyebut produksi beras nasional naik menjadi sekitar 34,69 juta ton setelah pemerintah melakukan deregulasi distribusi pupuk dan menaikkan harga pembelian gabah petani menjadi Rp6.500 per kilogram.

“Tahun 2025 nol, enggak impor lagi,” katanya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas