Anak Mulai Lemas di Ramadan Terakhir, Ini 7 Tips dari Dokter Agar si Kecil Tetap Kuat Puasa Seharian
Ini trik dokter agar di kecil tetap istiqomah atau konsisten menjalani ibadah puasa tanpa mengganggu kesehatan tubuh.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Melatih puasa sejak kecil sangat dianjurkan, namun tak jarang ada kondisi anak yang membuat khawatir.
- Tak jarang anak sudah mulai lemas, cepat haus, atau bahkan sakit karena menahan lapar dan dahaga seharian.
- Ini trik dokter agar di kecil tetap istiqomah atau konsisten menjalani ibadah puasa tanpa mengganggu kesehatan tubuh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua merasa bangga ketika anak mulai ingin belajar berpuasa di bulan Ramadan.
Namun di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang khawatir akan kondisi anak.
Baca juga: Ayu Dewi Ogah Beri Hadiah Jika Anak Puasa Penuh, Pilih Jelaskan Makna Ramadan untuk Sang Buah Hati
Apalagi di saat akhir Ramadan, saat lebih dari setengah perjalanan puasa, tidak jarang anak sudah mulai lemas, cepat haus, atau bahkan sakit karena menahan lapar dan dahaga seharian.
Ini trik dokter agar di kecil tetap istiqomah atau konsisten menjalani ibadah puasa tanpa mengganggu kesehatan tubuh.
Pastikan Kebutuhan Energi
Dokter spesialis anak di Eka Hospital Cibubur, dr. Melia Yunita, mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua agar anak tetap kuat menjalani puasa hingga waktu berbuka.
Menurutnya, kunci utama agar anak mampu berpuasa dengan baik adalah memastikan kebutuhan energi, cairan, serta waktu istirahatnya tetap terpenuhi.
Baca juga: Jelang Ramadan, Ini 5 Cara Membiasakan Anak Berpuasa dengan Sehat
“Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga kebutuhan kalorinya harus tetap terpenuhi,” jelas dr. Melia Yunita pada keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua agar anak tetap bugar selama menjalani puasa Ramadan.
1. Atur Waktu dan Porsi Makan
Selama berpuasa, anak tetap dianjurkan makan tiga kali sehari agar kebutuhan energi tercukupi.
Pola makan tersebut meliputi sahur, berbuka puasa, serta makan ringan setelah salat tarawih.
Sahur menjadi waktu makan yang sangat penting karena menjadi sumber energi utama bagi anak untuk beraktivitas sepanjang hari.
Sementara berbuka puasa berfungsi untuk memulihkan kadar glukosa dalam tubuh setelah seharian berpuasa.
2. Minum Air Secara Bertahap
Dehidrasi menjadi salah satu masalah yang sering dialami anak saat puasa.
Baca tanpa iklan