Libur Lebaran, Layanan IGD Rumah Sakit Tetap Buka 24 Jam
Instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit tetap buka 24 jam melayani masyarakat selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit tetap buka 24 jam melayani masyarakat selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
- Fasilitas penting seperti CT Scan untuk pasien stroke hingga tindakan operasi akibat kecelakaan juga tetap tersedia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Layanan instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tetap buka 24 jam melayani masyarakat selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah ini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan tetap beroperasi penuh untuk melayani kondisi gawat darurat selama periode libur 20–24 Maret 2026.
Langkah ini diambil untuk menjamin masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan esensial di tengah meningkatnya mobilitas selama libur panjang.
“Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, ada hampir 40 rumah sakit, selama liburan panjang ini sesuai arahan Bapak Presiden akan tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi,” kata Budi pada siaran pers yang dikutip, Selasa (17/3/2026).
Selama masa libur, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit tetap beroperasi 24 jam. Fasilitas penting seperti CT Scan untuk pasien stroke hingga tindakan operasi akibat kecelakaan juga tetap tersedia.
Tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang berpotensi meningkat selama periode libur.
Langkah ini penting mengingat mobilitas masyarakat biasanya meningkat saat mudik dan libur panjang, yang kerap diikuti dengan risiko kecelakaan maupun kondisi kesehatan mendadak.
Baca juga: Pemudik Asal Jawa Barat 24 Jam Terjebak Macet Horor di Jalintim Palembang-Jambi, Keluhkan BBM Boros
Untuk mendukung layanan kesehatan selama libur, Kementerian Kesehatan menyiapkan ribuan fasilitas di seluruh Indonesia.
Tercatat sebanyak 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, serta 119.372 Public Safety Center (PSC) disiagakan. Sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan juga diaktifkan di 31 provinsi, didukung oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Kesiapan ini diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan secara cepat dan tepat, terutama dalam kondisi darurat.
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kualitas layanan kesehatan.
Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika menemukan kendala saat mengakses layanan kesehatan.
“Kesehatan adalah layanan esensial yang harus ada setiap saat. Kami menyediakan portal www.lapor.go.id melalui SP4N-LAPOR! serta Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode yang tersedia di setiap fasilitas kesehatan."
"Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Pak Menkes terhadap layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun rumah sakit,” tegas Rini.
Baca tanpa iklan