Agar Tak Sering Sakit usai Mudik, Ini Tips dari Dokter Paru Jaga Saluran Napas
Kerapkali kondisi tubuh menurun usai perjalanan mudik. Flu, batuk berdahak, hingga radang tenggorokan kerap muncul setelah kembali mudik.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Kerapkali kondisi tubuh menurun usai perjalanan mudik.
- Flu, batuk berdahak, hingga radang tenggorokan kerap muncul setelah kembali mudik.
- Mengapa bisa terjadi? Ini penjelasan dan tips dari dokter.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak masyarakat mengeluhkan kondisi tubuh yang justru menurun setelah perjalanan mudik.
Keluhan seperti flu, batuk berdahak, hingga radang tenggorokan kerap muncul setelah kembali ke rumah.
Baca juga: Gejalanya Mirip Flu, Batuk dan Pilek Lalu Ruam, Dokter Ingatkan Campak Mudah Menular Lewat Udara
Dokter Spesialis Paru (Pulmonologist) dr. Jaswin Dhillon, Sp.P, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat akumulasi kelelahan dan paparan selama perjalanan.
“Ketika kita mudik kita pasti capek. Capek fisik, capek pikiran mungkin ya, karena mungkin ada drama,” ujarnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Rabu (18/3/2026).
Perjalanan Mudik Jadi Pemicu Penyakit
Selama perjalanan mudik, tubuh menghadapi banyak faktor risiko sekaligus.
Mulai dari kelelahan, pola makan yang tidak teratur, hingga paparan debu dan interaksi dengan banyak orang.
Semua faktor ini dapat menumpuk dan menurunkan daya tahan tubuh.
Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.
Jangan Langsung Kembali ke Aktivitas
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung kembali bekerja setelah mudik.
Padahal, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah perjalanan panjang.
“Kalau bisa pulang mudik jangan mepet-mepet sama hari kerja. Jadi kasih waktu 1-2 hari kamu untuk istirahat di rumah,” jelasnya.
Waktu istirahat ini penting untuk mengembalikan kondisi tubuh agar tidak mudah jatuh sakit.
Nutrisi dan Cairan Jadi Kunci
Selain istirahat, asupan nutrisi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan saluran napas.
Makanan tinggi protein dianjurkan untuk membantu pemulihan tubuh.
Selain itu, konsumsi air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan tenggorokan.
“Minum air putih yang banyak supaya tenggorokannya tetap lembab, tidak kering,” tambahnya.
Kondisi tenggorokan yang lembap dapat mengurangi risiko iritasi dan infeksi.
Perlu Bantuan Medis Jika Gejala Berat
Jika keluhan tidak kunjung membaik, masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Penanganan yang cepat dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Selain itu, konsumsi vitamin juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh setelah perjalanan panjang.
Menjaga kesehatan saluran napas bukan hanya penting selama perjalanan, tetapi juga setelah tiba di rumah.
Dengan istirahat cukup, nutrisi yang baik, dan menjaga kebersihan, risiko sakit pasca mudik bisa diminimalkan.
Pesan ini menjadi penting agar momen Lebaran tetap bisa dinikmati dalam kondisi sehat bersama keluarga.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.