Evaluasi Mudik 2026: Komisi III DPR Nilai Strategi Rekayasa Lalin Polri Efektif
Volume kendaraan rekor tertinggi! Komisi III DPR nilai strategi rekayasa lalin mudik 2026 efektif, kecepatan stabil 81 km/jam. Simak datanya.
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Komisi III DPR evaluasi kinerja Polri; sebut rekayasa one way dan contraflow urai kepadatan secara signifikan.
- Angka kecelakaan menurun dan situasi Kamtibmas di pemukiman warga tetap terjaga.
- Kecepatan rata-rata kendaraan stabil di 81 km/jam meski volume kendaraan capai rekor tertinggi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi III DPR RI memaparkan hasil evaluasi terhadap manajemen arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Penilaian ini mencakup efektivitas rekayasa lalu lintas serta kesiapsiagaan pengamanan wilayah selama periode mobilitas tertinggi masyarakat tahun ini.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan bahwa penyelenggaraan mudik tahun ini menunjukkan hasil pada berbagai aspek teknis.
Dalam pengawasannya, Komisi III mengevaluasi kinerja Polri, khususnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.
"Penyelenggaraan mudik tahun ini menunjukkan hasil yang sangat positif di berbagai aspek. Salah satunya adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Habiburokhman, Kamis (2/4/2026).
Kelancaran Jalur Tol dan Umum
Berdasarkan data teknis Operasi Ketupat 2026, kecepatan rata-rata kendaraan tercatat berada di angka 81 km/jam saat arus mudik dan 81,3 km/jam saat arus balik.
Komisi III DPR memberikan penilaian terhadap kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama, baik di ruas jalan tol maupun jalan umum, yang menunjukkan tren penurunan kepadatan dibandingkan periode sebelumnya.
"Angka kecelakaan bisa ditekan. Artinya, strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan sangat efektif," ujar Habiburokhman.
Habiburokhman menjelaskan bahwa penerapan sistem satu arah (one way) dan lawan arus (contraflow) di jalan tol dinilai efektif dalam mengurai kepadatan secara signifikan.
Menurut evaluasi Komisi III DPR, titik-titik krusial yang biasanya menjadi pusat kemacetan pada tahun-tahun sebelumnya, kini dapat dikelola dengan lebih terkendali.
Ia menyebutkan bahwa kondisi tersebut merupakan hasil dari implementasi strategi teknis serta koordinasi lintas instansi bersama personel kepolisian di lapangan.
"Bahkan jalur-jalur yang biasanya menjadi langganan tiap tahun mengalami kemacetan parah kini bisa lebih terkendali," katanya lagi.
Baca juga: Tekan Konsumsi BBM, Anggota Komisi V DPR Minta Pemerintah Benahi Transportasi Publik
Keamanan Wilayah dan Pemukiman
Selain aspek jalan raya, Komisi III DPR juga menyoroti kondisi keamanan di daerah-daerah yang relatif kondusif.
Aksi kejahatan selama periode mudik disebut mengalami penurunan seiring dengan peningkatan intensitas patroli aparat kepolisian untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggal ke kampung halaman.
Menurut pantauan Komisi III, situasi Kamtibmas yang tetap terjaga menunjukkan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Baca tanpa iklan