Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Kemenkes Telusuri Sumber Penularan Campak yang Sebabkan Dokter Internship di Cianjur Meninggal

Kemenkes telusuri sumber penularan campak yang tewaskan dokter di Cianjur, ingatkan pentingnya imunisasi dan kewaspadaan masyarakat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kemenkes Telusuri Sumber Penularan Campak yang Sebabkan Dokter Internship di Cianjur Meninggal
Biro Umum Kemenkes
GEDUNG KEMENKES RI - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menelusuri sumber penularan campak yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang dokter internship di Cianjur, Jawa Barat. Hal ini dilakukan sebagai respons cepat atas meninggalnya seorang dokter laki-laki berinisial AMW (26 tahun) yang berdomisili di Cipanas, Kabupaten Cianjur akibat suspek campak 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menelusuri sumber penularan campak yang menewaskan dokter internship AMW (26) di Cianjur melalui penyelidikan epidemiologi bersama dinas kesehatan 
  • Tim akan melacak kontak erat, menilai risiko, dan memberikan vitamin A guna mencegah penyebaran 
  • Kasus ini menegaskan pentingnya imunisasi dan kewaspadaan karena campak bisa fatal pada orang dewasa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menelusuri sumber penularan campak yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang dokter internship di Cianjur, Jawa Barat.

Hal ini dilakukan sebagai respons cepat atas meninggalnya seorang dokter laki-laki berinisial AMW (26 tahun) yang berdomisili di Cipanas, Kabupaten Cianjur akibat suspek campak.

Dokter AMW meninggal dalam tugas sebagai dokter internship di RSUD Cimacan. Ia diketahui merupakan lulusan FKUI 2025.

“Kemenkes bersama Dinkes Cianjur, Dinkes Provinsi Jawa Barat akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada tanggal 27 Maret 2026,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, tim kesehatan akan turun langsung ke lapangan untuk menelusuri kontak erat pasien, mengidentifikasi kemungkinan sumber penularan, serta melakukan penilaian risiko di lingkungan sekitar.

Selain itu, tim juga akan memberikan vitamin A kepada kelompok rentan sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penularan yang lebih luas di wilayah setempat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak. Segera lengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak,” tutur dia.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Kronologi Meninggalnya Dokter Internship di Cianjur Akibat Suspek Campak

Rekomendasi Untuk Anda

Masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit campak berupa demam tinggi dan ruam merah.

Untuk pencegahannya, masyarakat tetap perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker jika sedang sakit campak.

Diketahui, almarhum AMW dilaporkan mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.

Merujuk hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya.

Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026.

Namun, pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS memberikan penanganan maksimal.

““Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut. Kasus ini mengingatkan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang belum divaksin atau belum pernah terinfeksi, dengan risiko komplikasi serius hingga fatal,” ungkap Aji.
 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas