Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mata Kering Jadi Masalah Serius di Indonesia, 76 Juta Orang Terdampak

Konsekuensi jangka panjang, bila tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan permukaan mata, menurunkan produktivitas, dan mengganggu kualitas hidup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Anita K Wardhani
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mata Kering Jadi Masalah Serius di Indonesia, 76 Juta Orang Terdampak
HO/IST
KELUHAN MATA KERING - Mata kering (dry eye disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan mata yang paling banyak dikeluhkan saat ini. Gejala yang dirasakan mulai dari rasa kering, perih, hingga penglihatan kabur yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari. 

 

Ringkasan Berita:
  • Mata kering masih sering dianggap sepele, padahal dampaknya pada kesehatan cukup serius.
  • Lebih dari 76 juta orang terkena efek mata kering.
  • Sayangnya kondisi ini masih sering kurang terdiagnosis dan penanganannya belum konsisten. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sering dianggap sepele, mata kering menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia.

Diperkirakan mata kering ini memengaruhi sekitar 27,5 persen populasi. Lebih dari 76 juta orang terkena efek mata kering.

Sayangnya kondisi ini masih sering kurang terdiagnosis dan penanganannya belum konsisten. 

Padahal jika dibiarkan akan berbahaya bagi kesehatan. 

Mata kering sering diperburuk oleh screen time panjang. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan hampir 8 jam per hari di depan layar, lebih tinggi dari rata-rata global .

Rekomendasi Untuk Anda

Gejala umum: rasa perih, sensasi terbakar, mata cepat lelah, penglihatan kabur.

Baca juga: Jangan Abaikan Mata Kering, Gejalanya Bisa Bikin Penglihatan Kabur, Lakukan Terapi Ini 

Gejalanya tidak hanya berupa rasa perih dan iritasi, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti bekerja lama di depan komputer, penggunaan gadget, hingga menurunkan fokus dan produktivitas.

Konsekuensi jangka panjang, bila tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan permukaan mata, menurunkan produktivitas, dan mengganggu kualitas hidup.

Menjawab tantangan tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics mengembangkan program Integrated Dry Eye Standardisation and Awareness Programme yang berhasil meningkatkan diagnosis mata kering hingga 30 persen di seluruh cabang. 

Program ini mencakup edukasi publik, protokol klinis terstandarisasi, layanan Dry Eye Spa, serta skrining mandiri berbasis kuesioner digital.

Atas inisiatif tersebut, JEC meraih penghargaan Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia pada ajang Healthcare Asia Awards 2026 di Singapura, sebagai pengakuan atas upaya meningkatkan kualitas penanganan mata kering di Indonesia.

Healthcare Asia Awards adalah ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada rumah sakit dan institusi layanan kesehatan di Asia yang terus mendefinisikan standar keunggulan industri, baik dari sisi kualitas klinis, inovasi layanan, maupun dampaknya terhadap komunitas.

Direktur Pengembangan & Pendidikan, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi sekaligus pendorong bagi JEC Eye Hospitals and Clinics untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia.

(Tribunnews.com/ Anita K Wardhani)

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas