Menu MBG Bahan Makanan Kering Dibagikan Pada Siswa Sekolah di Daerah 3T, Ini Alasan BGN
Siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) berbentuk makanan kering.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bentuk bahan makan kering.
- Menu MBG yang mereka terima adalah pangan yang tidak memerlukan pengolahan kompleks.
- Susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan akan diberikan pada siswa di daerah 3T.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bentuk bahan makan kering atau panganan yang tidak memerlukan pengolahan kompleks.
Baca juga: Menu MBG Ramadan 2026: Telur Asin hingga Kurma tanpa Produk Ultra Processed Food
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan alasan BGN mengapa mengambil kebijaka tersebut.
BGN kata Nanik telah mengatur distribusi MBG berdasarkan jenis dan ketahanannya.
"Untuk wilayah 3T kami menerapkan pendekatan berbeda, siswa diberikan makanan kering, bukan makanan olahan," kata dia di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: BGN Sebut Siswa Harus ke Sekolah Ambil MBG Jika Belajar Daring Adalah Hoaks
Contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan.
Nanik mengungkapkan, perbedaan menu ini karena adaptasi keterbatasan infrastruktur, akses distribusi, serta fasilitas penyimpanan di daerah 3T.
"Kami tegaskan seluruh skema distribusi ini tetap mengacu pada standar gizi nasional serta prinsip keamanan pangan," tegas Nanik.
Sementara untuk anak sekolah di wilayah lain tetap berjalan seperti biasa, yakni makanan fresh food dengan skema distribusi lima hari.
Kemudian untuk kelompok seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) mekanisme pendistribusiannya seperti biasa sampai hari Sabtu.
Menu MBG Ramadan
Sebelumnya, menu MBG keringan ini sudah didistribusikan pada siswa saat Ramadan 2026 lalu.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mengklaim menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan selama bulan Ramadan dirancang agar tetap aman dan layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa.
Menu tersebut disebut Dadan memiliki daya tahan hingga 12 jam sejak proses penyiapan.
Menurut Dadan, mekanisme distribusi MBG selama Ramadan dilakukan dengan pola yang sama seperti tahun sebelumnya.
Baca tanpa iklan