Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

BAB Anak yang Sering Berubah Bikin Cemas, Kadang Cair Lalu Keras, Normalkah? 

Masalah buang air besar (BAB) pada anak sering membuat orang tua cemas.  Bentuk pup anak tak jarang cair, kadang dilain waktu justru keras.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BAB Anak yang Sering Berubah Bikin Cemas, Kadang Cair Lalu Keras, Normalkah? 
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
BAB ANAK - Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto, dalam kegiatan AI Poop Tracker dari Bebeclub di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia menjelaskan, kapan kondisi Buang Air Besar (BAB) normal dan kapan harus diwaspadai. 

Ringkasan Berita:
  • Masalah buang air besar (BAB) pada anak sering membuat orang tua cemas. 
  • Bentuk pup anak tak jarang cair, kadang dilain waktu justru keras.
  • Normalkah kondisi ini? Dokter beri penjelasan medis.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Masalah buang air besar (BAB) pada anak sering membuat orang tua cemas. Kadang pup anak cair, kadang dilain waktu justru keras.

Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto mengatakan, kondisi ini cukup umum terjadi karena dipengaruhi oleh pola makan serta gaya hidup sehari-hari.

Baca juga: Buang Air Besar Sembarangan Masih Terjadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Tekankan Hal Ini

Meski demikian, ia mengingatkan orangtua perlu memahami kapan kondisi pup normal dan kapan harus diwaspadai.

Ia menjelaskan, perubahan bentuk pup pada anak bisa terjadi karena banyak faktor, seperti: konsumsi makanan tertentu (misalnya terlalu banyak buah atau susu), perubahan pola makan kondisi alergi serta khusus bayi yang konsumsi ASI dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu.

Rekomendasi Untuk Anda

Sistem pencernaan anak masih berkembang, sehingga perubahan pup sering terjadi dan tidak selalu berbahaya.

“BAB anak kadang berair, kadang keras itu sangat berpengaruh pola makan dan lifestyle sehari-hari,” kata dia saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2026).

Dokter Fierda mengatakan, ada empat indikator utama dalam menilai kondisi pup yaitu bentuk, ukuran, warna dan frekuensi.

Bentuk pup bisa sangat bervariasi, mulai dari: bulat kecil seperti kotoran kambing yang bisa menjadi  tanda konstipasi.

Keras dan besar mengarah pada sembelit, lembek hingga cair bisa mengarah ke diare.

“Sementara yang normal kalau bentuknya seperti pisang atau sosis ini yang ideal. Panduan ini biasanya mengacu pada Bristol Stool Chart, yang sering digunakan untuk anak di atas 1 tahun,” ungkap dr Fierda.

Indikator Ukuran dan Warna 

Ilustrasi anak diare
Ilustrasi anak diare (net)

Ukuran pup juga bisa menjadi indikator.

Terlalu sedikit bisa tanda kurang asupan atau konstipasi ringan, sangat banyak dan cair kemungkinan diare, sangat besar hingga menyumbat toilet merupakan tanda konstipasi yang perlu diperhatikan

Warna pup adalah indikator penting kondisi kesehatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas