Teknologi Robotik Minim Invasif Ubah Penanganan Batu Ginjal
Perkembangan teknologi medis menghadirkan pendekatan baru dalam penanganan batu ginjal melalui sistem robotik minim invasif.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Teknologi robotik minim invasif menghadirkan metode baru penanganan batu ginjal tanpa sayatan dengan presisi tinggi dan pemulihan lebih cepat
- Sistem ini menggunakan kamera dan laser untuk menghancurkan serta mengangkat batu melalui saluran kemih
- Inovasi ini membantu pasien lebih nyaman dan mendorong penanganan lebih dini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perkembangan teknologi medis menghadirkan pendekatan baru dalam penanganan batu ginjal melalui sistem robotik minim invasif.
Metode ini memungkinkan tindakan dilakukan tanpa sayatan terbuka, dengan tingkat presisi tinggi serta waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan prosedur konvensional.
Salah satu teknologi yang mulai digunakan adalah sistem robotik zamenix, yang dilengkapi lengan fleksibel untuk menjangkau saluran kemih hingga ke ginjal.
Pakar urologi robotik, Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U.(K), Ph.D menjelaskan, perangkat ini menggunakan kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi batu, laser Thulium untuk memecahnya menjadi fragmen kecil, serta alat khusus untuk mengeluarkan sisa pecahan.
“Teknologi ini memungkinkan tindakan yang lebih presisi sekaligus meminimalkan trauma jaringan, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan pasien,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Dengan pendekatan endoskopi berdiameter kecil, sekitar 2,8 mm, tindakan dapat dilakukan melalui saluran kemih tanpa pembedahan terbuka.
Hal ini menjadikan prosedur lebih minim invasif dibandingkan metode konvensional.
Meski demikian, dr Ponco yang praktik di RS Mandaya Puri ini menegaskan bahwa tidak semua kasus batu ginjal dapat ditangani dengan metode yang sama.
"Pemilihan tindakan tetap bergantung pada ukuran, lokasi batu, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan," katanya.
Penerapan teknologi ini mulai terlihat dalam praktik klinis, salah satunya pada komika Rigen Rakelna.
Ia menjalani prosedur pengangkatan batu ginjal setelah menunda tindakan selama beberapa tahun karena kekhawatiran terhadap operasi konvensional.
Baca juga: Wajah Lebih Segar Tanpa Operasi, Ini Tren Baru Perawatan Antiaging Minim Invasif
“Saya sudah punya batu ginjal sejak empat tahun lalu, tapi takut dioperasi karena harus dibolongin. Untungnya sekarang ada teknologi robotik ini,” ujar Rigen.
Ia mengaku memilih metode tersebut setelah mendapatkan penjelasan mengenai prosedur yang tidak memerlukan sayatan besar.
Setelah tindakan dilakukan di RS Mandaya Puri, ia dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat tanpa keluhan berarti.
Kasus ini menunjukkan bagaimana inovasi teknologi medis dapat meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mendorong keputusan untuk menjalani penanganan lebih dini.
Kehadiran sistem robotik dalam bidang urologi dinilai membuka peluang peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit yang sebelumnya memerlukan prosedur invasif.
Baca tanpa iklan