Tinggi Anak Tidak Naik 5 Cm Selama Setahun? Ini Sinyal yang Tidak Boleh Diabaikan
Ada indikator sederhana yang bisa menjadi tanda awal gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Ada indikator sederhana yang bisa menjadi tanda awal gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan.
- Terdapat periode yang disebut fase childhood, yaitu usia sekitar 3 tahun hingga sebelum pubertas.
- Jika anak tidak mencapai minimal 5 cm per tahun, orang tua perlu mulai waspada.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua merasa anaknya baik-baik saja selama masih aktif dan terlihat sehat.
Padahal, ada indikator sederhana yang bisa menjadi tanda awal gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan.
Baca juga: Agar Tak Salah Amati Pertumbuhan Anak, Begini Cara Ukur Tinggi Badan yang Benar
Menurut Dokter spesialis dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, pertumbuhan anak memiliki pola yang bisa diukur secara jelas, terutama setelah usia tiga tahun.
Ada Angka Normal yang Harus Dicapai
Dalam fase pertumbuhan anak, terdapat periode yang disebut fase childhood, yaitu usia sekitar 3 tahun hingga sebelum pubertas.
Pada fase ini, pertumbuhan tinggi badan seharusnya stabil.
“Kalau dia pertumbuhannya konstan antara dia 3 tahun sampai pre pubertal gitu, 5 sampai 7 cm, artinya dia normal pertumbuhannya,” jelasnya pada media briefing virtual, Senin (20/4/2026).
Artinya, jika anak tidak mencapai minimal 5 cm per tahun, orang tua perlu mulai waspada.
Baca juga: Daftar Tinggi Badan Pembalap MotoGP 2026: Posisi Adik Valentino Rossi Digeser Toprak
Di Bawah 5 Cm Bisa Jadi Tanda Masalah
Jika pertumbuhan anak lebih lambat dari angka tersebut, ada kemungkinan terdapat faktor yang menghambat.
“Jadi kalau dia enggak sampai 5 cm setahun, ada hal-hal yang kurang. Mungkin faktor-faktor yang diperlukan untuk pertumbuhannya kurang atau ada penyakit kronis atau ada sindrom tertentu,” ungkap Prof Jose.
Faktor tersebut tidak selalu terlihat secara kasat mata. Anak bisa tampak sehat, tetapi pertumbuhannya tidak optimal.
Setelah Usia 3 Tahun, Tidak Boleh Turun Kurva
Selain kecepatan pertumbuhan, posisi anak di kurva juga penting diperhatikan.
Setelah usia tiga tahun, anak seharusnya tumbuh konsisten di jalurnya.
Baca tanpa iklan