Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Varian Baru Covid-19 Muncul di Sejumlah Negara, Namanya Cicada

Vaksin Covid sepertinya kurang efektif dalam melindungi dari varian Cicada karena mutasinya yang tinggi tersebut.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Varian Baru Covid-19 Muncul di Sejumlah Negara, Namanya Cicada
Freepik
Ilustrasi Covid-19. Kini muncul varian baru Covid-19 namanya Cicada di sejumlah negara. 

TRIBUNNEWS.COM -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau galur Covid-19 yang sangat bermutasi dan hingga kini telah terdeteksi di lebih dari 23 negara.

Kasus varian Cicada—yang secara resmi dikenal sebagai BA.3.2—tercatat di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Hong Kong, Mozambik, dan Inggris.

Meski belum ada bukti bahwa varian ini lebih berbahaya dibandingkan galur lain, para ahli menekankan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap Cicada (sikada) dibanding orang dewasa.

Mengenal varian Cicada?

Varian BA.3.2 atau Cicada ini terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada November 2024.

Namun kasusnya baru merebak pada September 2025.

Varian ini dijuluki Cicada karena kehadirannya mirip dengan serangga cicada atau tonggeret yang suka hidup di bawah tanah untuk jangka waktu lama seolah bersembunyi padahal aktif bekerja.

Bulan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengumumkan kemunculan kasus varian ini di 25 negara bagian.

Rekomendasi Untuk Anda

CDC menyatakan BA.3.2 terdeteksi dalam hasil tes swab hidung milik empat turis, sampel klinis dari lima pasien, dan 132 sampel air limbah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan varian ini tengah di bawah "pemantauan".

Artinya varian ini "mungkin memerlukan perhatian prioritas", dan sedang diselidiki apakah varian tersebut menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat global.

Apakah anak-anak lebih mungkin tertular?

Mengacu pada analisis data kasus di New York oleh peneliti varian Covid, Ryan Hisner, hasilnya menunjukkan anak-anak lebih berpotensi terpapar dan positif BA.3.2 dibandingkan orang dewasa.

"Ini belum ditinjau oleh sejawat atau bahkan dipublikasikan, tapi tampaknya memang benar," kata Prof Ravindra Gupta dari Cambridge Institute of Therapeutic Immunology and Infectious Diseases.

Ada berbagai teori mengenai hal ini. Salah satunya terkait sistem kekebalan masyarakat yang masih sulit mengenali Cicada mengingat varian ini belum pernah ada atau tersebar sebelumnya.

"Anak-anak secara umum memiliki kekebalan yang lebih rendah dibandingkan orang dewasa karena mereka belum terpapar banyak virus, termasuk infeksi Covid. Karena itu, Anda mungkin mengira kekebalan anak-anak ini terhadap virus ini lebih lemah," kata Gupta.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas