Magnesium vs. Vitamin D: Dua Defisiensi yang Saling Berkaitan dan Sering Diabaikan
Defisiensi vitamin D dialami sekitar 35% orang dewasa AS, sementara lebih dari separuh warga Amerika tidak memenuhi kebutuhan magnesium harian
Editor:
Tiara Shelavie
Gejala defisiensi vitamin D antara lain kelelahan, keringat berlebih, nyeri sendi, serta tanda-tanda kelemahan tulang seperti mudah jatuh, patah tulang, atau diagnosis osteopenia dan osteoporosis.
Kaitan Antara Defisiensi Magnesium dan Vitamin D
Magnesium dan defisiensi vitamin D saling berkaitan erat. "Magnesium diperlukan untuk mengaktifkan vitamin D dalam tubuh," jelas Garcia-Benson. "Kekurangan magnesium dapat membuat vitamin D menjadi kurang efektif." Sebuah studi dalam Clinical Kidney Journal mengonfirmasi bahwa defisiensi magnesium dapat menyebabkan penurunan konsentrasi vitamin D dalam tubuh.
"Inilah salah satu alasan mengapa kadar vitamin D tidak selalu membaik seperti yang diharapkan hanya dengan suplemen saja," catat Crabtree. Membenahi defisiensi vitamin D mungkin juga memerlukan perhatian terhadap status magnesium Anda.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Menduga Kekurangan?
Jika Anda menduga mengalami kekurangan magnesium atau vitamin D, Crabtree menyarankan untuk pertama-tama berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang dapat memesan tes yang sesuai.
"Vitamin D dapat diuji secara langsung. Status magnesium lebih sulit dinilai melalui tes darah standar, dan dalam beberapa kasus mungkin diperlukan tes khusus seperti magnesium sel darah merah (RBC)."
Dari sana, Anda dapat menentukan langkah terbaik yang mungkin mencakup suplemen dan penyesuaian pola makan. Semakin personal panduan yang Anda dapatkan, semakin cepat hasilnya terlihat.
Suplemen makanan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi diet. Bukan obat dan tidak dimaksudkan untuk mengobati atau mencegah penyakit. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen jika Anda sedang hamil atau menyusui.
(*)
Baca tanpa iklan