WHO Minta Publik Tidak Panik Soal Kemunculan Hantavirus: Tapi Tetap Waspada
Tiga orang meninggal dunia karena dugaan wabah di kapal pesiar dari Argentina menuju Cape Verde.WHO berharap masyarakat tidak panik.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Anita K Wardhani
Kapal ini memiliki panjang 107,6 meter, dengan lebar 17,6 meter. Terdapat 80 kabin di dalamnya, yang dapat menampung hingga 170 penumpang dan 57 awak kapal, 13 pemandu wisata, dan satu dokter, menurut perusahaan pelayaran tersebut.
Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengatakan kapal tersebut membawa sekitar 150 wisatawan.
Bukan Indikasi Wabah Global
Namun, para ahli menilai kejadian itu lebih mengarah pada kasus terbatas dengan sumber paparan spesifik, bukan indikasi awal dari wabah global.
WHO pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa harus bereaksi berlebihan.
Fokus utama pencegahan adalah menghindari paparan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi oleh hewan pengerat, terutama di area tertutup atau jarang dibersihkan.
Tentang Hantavirus hingga Gejalanya
Sebelumnya Hantavirus adalah keluarga virus yang biasanya menyebar melalui paparan urin, air liur, atau feses dari hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus atau mencit.
Infeksi hantavirus jarang terjadi tetapi dapat menyebabkan infeksi pernapasan serius yang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus.
Gejala biasanya dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot, tetapi juga dapat meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah tambahan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.
Penyakit ini kemudian dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan rasa sesak di dada karena paru-paru terisi cairan. Lebih dari sepertiga pasien yang mengalami gejala pernapasan dapat meninggal karena sindrom ini.
Baca tanpa iklan