Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

WHO Minta Publik Tidak Panik Soal Kemunculan Hantavirus: Tapi Tetap Waspada

Tiga orang meninggal dunia karena dugaan wabah di kapal pesiar dari Argentina menuju Cape Verde.WHO berharap masyarakat tidak panik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: willy Widianto
zoom-in WHO Minta Publik Tidak Panik Soal Kemunculan Hantavirus: Tapi Tetap Waspada
cruisemapper
KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. WHO berharap masyarakat tidak panik. 

Kapal ini memiliki panjang 107,6 meter, dengan lebar 17,6 meter. Terdapat 80 kabin di dalamnya, yang dapat menampung hingga 170 penumpang dan 57 awak kapal, 13 pemandu wisata, dan satu dokter, menurut perusahaan pelayaran tersebut.

Departemen Kesehatan Afrika Selatan mengatakan kapal tersebut membawa sekitar 150 wisatawan.

Bukan Indikasi Wabah Global

Namun, para ahli menilai kejadian itu lebih mengarah pada kasus terbatas dengan sumber paparan spesifik, bukan indikasi awal dari wabah global.

WHO pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa harus bereaksi berlebihan. 

Fokus utama pencegahan adalah menghindari paparan lingkungan yang berpotensi terkontaminasi oleh hewan pengerat, terutama di area tertutup atau jarang dibersihkan.

Tentang Hantavirus hingga Gejalanya 

Seseorang yang mengalami kelelahan ekstrem mungkin menjadi tanda awal terkena virus corona.
Seseorang yang mengalami kelelahan ekstrem mungkin menjadi tanda awal terkena virus corona. (Healthline)

Sebelumnya Hantavirus adalah keluarga virus yang biasanya menyebar melalui paparan urin, air liur, atau feses dari hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus atau mencit. 

Infeksi hantavirus jarang terjadi tetapi dapat menyebabkan infeksi pernapasan serius yang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus.

Rekomendasi Untuk Anda

Gejala biasanya dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot, tetapi juga dapat meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah tambahan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. 

Penyakit ini kemudian dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan rasa sesak di dada karena paru-paru terisi cairan. Lebih dari sepertiga pasien yang mengalami gejala pernapasan dapat meninggal karena sindrom ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas