Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Respons WHO pasca Hantavirus Muncul di Kapal Pesiar Atlantik: Risiko Penularan Antar Manusia Rendah

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merespons kejadian penularan hantavirus di atas kapal pesiar di Atlantik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • WHO merespons kejadian penularan hantavirus di atas kapal pesiar di Atlantik.
  • Masyarakat diharap tidak panik dengan kabar penyakit yang mengakibatkan 3 penumpang  kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia.
  • Meskipun bisa berdampak serius, penyakit ini tidak mudah menular antar manusia.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merespons kejadian penularan hantavirus di atas kapal pesiar di Atlantik.

Kepala kantor WHO Eropa, Hans Kluge meminta masyarakat tidak panik dengan adanya penyebaran penyakit yang mengakibatkan 3 penumpang  kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia.

Baca juga: WHO Minta Publik Tidak Panik Soal Kemunculan Hantavirus: Tapi Tetap Waspada

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dalam kelompok genus Hantavirus dan famili Bunyaviridae serta ditularkan melalui rodensia seperti tikus dan mencit.

Ia menjelaskan bahwa infeksi hantavirus biasanya terkait dengan paparan lingkungan (paparan urin atau feses hewan pengerat yang terinfeksi).

KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut.
KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. (cruisemapper)
Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun bisa berdampak serius, penyakit ini tidak mudah menular antar manusia.

“Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak perlu panik atau pembatasan perjalanan,” ujar Kluge dikutip dari platform X miliknya, Selasa (5/5/2026).

WHO segera bertindak mendukung respons terhadap kejadian itu lewat kerja sama dengan negara-negara yang terlibat untuk mendukung perawatan medis, evakuasi, investigasi, dan penilaian risiko kesehatan masyarakat.

“Saya terus berkomunikasi dengan tim kami untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan berbasis sains. Saya berterima kasih kepada otoritas Afrika Selatan atas dukungan cepat mereka, termasuk perawatan untuk pasien dari Inggris,” ungkap dia.

Baca juga: WHO Kritisi Larangan Berlabuh bagi Kapal Pesiar Klaster Hantavirus

 

Cara Penularan

Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, seseorang dapat tertular Hantavirus dengan menghirup aerosol (partikel padat atau cair yang terdapat di udara) yang mengandung virus terkontaminasi dari hasil ekskresi (urin, tinja) atau air liur dari rodensia yang terjangkit Hantavirus.

Selain itu terdapat kemungkinan kecil urin, tinja, atau air liur dari rodensia yang terjangkit Hantavirus menginfeksi manusia melalui kulit yang pecah-pecah atau gigitan rodensia. Sampai saat ini, belum ditemukan adanya penularan Hantavirus dari manusia ke manusia.

Meski penularan rendah antar manusia, virus tersebut dapat menyebabkan dua penyakit serius, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). 

Penyakit ini sering kali dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot. Kemudian sakit kepala, pusing, menggigil, serta gangguan pada perut.

Jika gejala pernapasan berkembang, tingkat kematiannya sekitar 38 persen, menurut CDC.

Serta Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), lebih parah dan menyerang ginjal.

Gejala lanjutan dapat meliputi tekanan darah rendah, perdarahan internal, dan gagal ginjal akut.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas