Peran Patient Navigator, Maksimalkan Pengobatan Penderita Kanker Paru
Kanker paru masih menjadi salah satu beban kesehatan terbesar di Indonesia, dengan angka kematian tertinggi di antara jenis kanker lainnya.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Willem Jonata
dr. Jaka Pradipta, Sp.P (K) Onk, juga menyampaikan, dalam penanganan kanker paru, kepatuhan terhadap terapi merupakan salah satu faktor kunci yang sangat menentukan hasil pengobatan.
"Pasien yang konsisten menjalani anjuran terapi dari dokter memiliki peluang lebih besar untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal, memperlambat progresi penyakit, hingga meningkatkan harapan dan kualitas hidup," jelasnya.
Sebaliknya, jika pasien tidak patuh terhadap terapi, dapat meningkatkan risiko komplikasi dan mempercepat perburukan kondisi pasien.
Dalam konteks tersebut, peran patient navigator menjadi semakin krusial. Sebagai pendamping pasien, patient navigator membantu memastikan pasien dapat mengakses layanan kesehatan secara tepat waktu, memahami pilihan terapi, serta menjalani pengobatan secara konsisten.
Dukungan ini tidak hanya membantu meningkatkan kepatuhan terapi, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan praktis bagi pasien dalam menghadapi perjalanan pengobatan yang kompleks.
Menurut Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum CISC, pasien kanker paru tidak hanya menghadapi tantangan medis, tetapi juga beban emosional, sosial, dan akses terhadap layanan kesehatan.
Melalui pelatihan ini, pihaknya berupaya memperkuat peran patient navigator kami sebagai pendamping yang mampu membantu pasien memahami perjalanan pengobatan serta memberikan dukungan yang dibutuhkan.
"Dengan edukasi yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, pasien memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik," ungkapnya.
(Tribunnews.com/ Choirul Arifin)
Baca tanpa iklan