Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai, Mulai Demam hingga Sesak Napas

Belakangan ini, pembahasan mengenai Hantavirus kembali menjadi perhatian publik, kenali gejalanya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Hantavirus adalah virus yang ditularkan hewan pengerat dan dapat menyerang paru-paru hingga jantung.
  • Gejala awal hantavirus mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, mual, dan sakit kepala, namun bisa berkembang menjadi sesak napas atau gagal ginjal.
  • Pencegahan hantavirus dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan kotoran maupun urin tikus yang terkontaminasi virus.

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini, pembahasan mengenai Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah informasi mengenai penyebaran virus yang dibawa hewan pengerat ramai diperbincangkan di berbagai media dan platform kesehatan

Munculnya kasus penyakit dengan gejala demam, hingga gangguan pernapasan, membuat masyarakat mulai mencari tahu lebih jauh tentang Hantavirus dan bagaimana cara mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis, yaitu virus yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.

Virus ini umumnya dibawa oleh tikus atau hewan pengerat lainnya tanpa menimbulkan gejala pada hewan tersebut.

Namun ketika menginfeksi manusia, Hantavirus dapat menyebabkan penyakit serius yang menyerang paru-paru, jantung, hingga ginjal dan pembuluh darah.

Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui paparan urin, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu bercampur dengan udara dan terhirup manusia, dikutip dari cdc.gov.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, penularan juga bisa terjadi akibat menyentuh permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh wajah, atau melalui luka terbuka pada kulit. 

Karena itu, seseorang tidak harus digigit tikus untuk bisa terinfeksi virus ini.

Di Indonesia sendiri, Hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. 

Sejumlah penelitian menunjukkan virus ini sudah ditemukan sejak puluhan tahun lalu dan masih beredar di lingkungan dengan populasi tikus yang tinggi. 

Namun, gejalanya yang mirip penyakit lain seperti flu, tifus, leptospirosis, atau demam berdarah membuat banyak kasus diduga tidak terdeteksi, dikutip dari badankebijakan.kemkes.go.id.

Baca juga: Cara Cegah Hantavirus Menurut WHO dan Kemenkes RI, Waspadai Risiko Penularannya Sebelum Terlambat!

Infeksi Hantavirus diketahui dapat memicu dua jenis penyakit utama. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, di kawasan Amerika, virus ini lebih banyak menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru hantavirus yang menyerang sistem pernapasan dan jantung.

Sementara di Eropa dan Asia, Hantavirus lebih sering menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu demam berdarah yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

Meski belum tersedia obat antivirus khusus untuk menyembuhkan hantavirus, penanganan medis sejak awal sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas