Dongeng hingga Permainan Edukatif, YPBLC Bangkitkan Semangat Pasien Kanker Cilik di Bandung
Rumah YKAKI Bandung mendukung pemulihan psikologis anak pasien kanker melalui dongeng interaktif dan permainan edukatif.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Wahyu Aji
Interaksi ini menjadi bukti bahwa stimulasi psikososial sangat penting untuk menjaga semangat juang pasien anak di rumah singgah.
Selain keceriaan lewat dongeng, YPBLC juga membekali anak-anak dengan Smart Game Kits.
Alat permainan edukatif ini dipilih secara saksama untuk tetap menstimulasi kognitif anak selama mereka harus menjalani masa pengobatan yang intens.
YPBLC ingin memastikan bahwa kecerdasan intelektual anak- anak tetap terasah sehingga saat mereka sembuh nanti, mereka siap kembali ke sekolah tanpa tertinggal pelajaran.
Paket bantuan ini juga dilengkapi dengan Kids Package yang berisi kebutuhan sehari-hari untuk menunjang kenyamanan para pasien selama berada di rumah singgah YKAKI.
Rahma, perwakilan YKAKI Bandung, mengapresiasi metode pendekatan yang digunakan oleh YPBLC. Ia mencatat bahwa kehadiran tokoh seperti Epot dan Kak Vira sangat membantu dalam mengurangi tingkat kecemasan anak-anak terhadap proses medis yang mereka jalani.
Antusiasme anak-anak saat menulis cita-cita di Tree of Hope juga menjadi indikator bahwa program ini berhasil membangkitkan rasa percaya diri mereka.
Komitmen YPBLC dalam menyentuh sisi psikologis ini menjadikan program "Kasih Asa Luhur" memiliki nilai lebih dibandingkan bantuan sosial konvensional lainnya.
Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., selaku Ketua YPBLC, menilai kegiatan tersebut memberi ruang ekspresi sekaligus membangun karakter yang kuat.
“Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan,” ujar Julian ditulis Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan bahwa inisiatif seperti ini memperkuat ekosistem kreatif di lingkungan pendidikan Budi Luhur dan mendorong semangat kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas, terutama bagi para pejuang kanker cilik. (*)
Baca tanpa iklan