Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Dongeng hingga Permainan Edukatif, YPBLC Bangkitkan Semangat Pasien Kanker Cilik di Bandung

Rumah YKAKI Bandung mendukung pemulihan psikologis anak pasien kanker melalui dongeng interaktif dan permainan edukatif.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Dongeng hingga Permainan Edukatif, YPBLC Bangkitkan Semangat Pasien Kanker Cilik di Bandung
HO/IST
Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) saat mengunjungi Rumah YKAKI Bandung dalam program “Kasih Asa Luhur”. Anak-anak pasien kanker diajak mendengarkan dongeng berisi pesan-pesan tentang ketabahan, kejujuran, dan semangat pantang menyerah. 
Ringkasan Berita:
  • Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti menggelar program “Kasih Asa Luhur” di Rumah YKAKI Bandung untuk mendukung pemulihan psikologis anak pasien kanker melalui dongeng interaktif dan permainan edukatif.
  • Sesi dongeng bersama Kak Vira dan boneka “Epot” berhasil membangun semangat, mengurangi kecemasan, serta menanamkan nilai ketabahan dan pantang menyerah pada anak-anak.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seringkali, obat terbaik tidak datang dalam bentuk pil atau cairan infus, melainkan dalam bentuk tawa dan imajinasi.

Inilah prinsip yang dibawa oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) saat
mengunjungi Rumah YKAKI Bandung dalam program “Kasih Asa Luhur”.

Dunia anak-anak seharusnya penuh dengan warna dan permainan, namun bagi pasien kanker, dunia mereka seringkali menyempit menjadi sebatas koridor rumah sakit dan jarum suntik.

YPBLC menyadari bahwa pemulihan fisik memerlukan dukungan mental yang sangat kuat melalui pendekatan edukatif dan interaktif.

Salah satu primadona dalam kegiatan ini adalah sesi dongeng anak interaktif bersama Kak Vira.

Dengan mengangkat tema semangat anak berbudiluhur, dongeng ini bukan hanya sekadar hiburan pengisi waktu.

Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., selaku Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC).
Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., selaku Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC). (HO/IST)

 

Rekomendasi Untuk Anda

Di dalamnya terdapat pesan-pesan tentang ketabahan, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.

Kehadiran boneka tangan bernama 'Epot' menjadi jembatan komunikasi yang efektif.

Anak-anak tidak merasa sedang diceramahi, melainkan sedang bermain bersama seorang teman baru yang sangat lucu.

Karakter Epot berhasil mencairkan suasana aula yang tadinya terasa sunyi.

Epot bukan sekadar boneka; ia adalah representasi dari karakter Budi Luhur yang ceria namun bijaksana.

Melalui interaksi dengan Epot, anak-anak diajarkan untuk tetap bersyukur dan berani menghadapi tantangan hidup.

Pesan moral kebudiluhuran disisipkan dengan sangat halus dalam setiap dialog.

Hasilnya, anak-anak yang tadinya terlihat lesu mulai menunjukkan binar mata yang cerah dan ikut tertawa lepas.

Interaksi ini menjadi bukti bahwa stimulasi psikososial sangat penting untuk menjaga semangat juang pasien anak di rumah singgah.

Selain keceriaan lewat dongeng, YPBLC juga membekali anak-anak dengan Smart Game Kits.

Alat permainan edukatif ini dipilih secara saksama untuk tetap menstimulasi kognitif anak selama mereka harus menjalani masa pengobatan yang intens.

YPBLC ingin memastikan bahwa kecerdasan intelektual anak- anak tetap terasah sehingga saat mereka sembuh nanti, mereka siap kembali ke sekolah tanpa tertinggal pelajaran.

Paket bantuan ini juga dilengkapi dengan Kids Package yang berisi kebutuhan sehari-hari untuk menunjang kenyamanan para pasien selama berada di rumah singgah YKAKI.

Rahma, perwakilan YKAKI Bandung, mengapresiasi metode pendekatan yang digunakan oleh YPBLC. Ia mencatat bahwa kehadiran tokoh seperti Epot dan Kak Vira sangat membantu dalam mengurangi tingkat kecemasan anak-anak terhadap proses medis yang mereka jalani.

Antusiasme anak-anak saat menulis cita-cita di Tree of Hope juga menjadi indikator bahwa program ini berhasil membangkitkan rasa percaya diri mereka.

Komitmen YPBLC dalam menyentuh sisi psikologis ini menjadikan program "Kasih Asa Luhur" memiliki nilai lebih dibandingkan bantuan sosial konvensional lainnya.

Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., selaku Ketua YPBLC, menilai kegiatan tersebut memberi ruang ekspresi sekaligus membangun karakter yang kuat.

“Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan,” ujar Julian ditulis Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan bahwa inisiatif seperti ini memperkuat ekosistem kreatif di lingkungan pendidikan Budi Luhur dan mendorong semangat kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas, terutama bagi para pejuang kanker cilik. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas