Kemenkes dan Pakar Ingatkan PHBS Jadi Kunci Utama Tangkal Ancaman Hantavirus
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi cara paling efektif mengantisipasi ancaman penyakit Hantavirus.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- PHBS dinilai paling efektif mencegah penularan Hantavirus melalui lingkungan dan hewan pengerat.
- Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat rutin menjaga sanitasi, kebersihan tangan, serta keamanan pangan.
- Ahli UNS menegaskan belum tersedia vaksin efektif, sehingga pencegahan menjadi langkah utama.
TRIBUNNEWS.COM - Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai menjadi cara paling efektif mengantisipasi ancaman penyakit hantavirus.
Meski risiko penularan antarmanusia tergolong rendah, kewaspadaan individu tetap menjadi prioritas utama.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menekankan penerapan PHBS bukan sekadar anjuran, melainkan kewajiban untuk memutus rantai penularan virus yang dibawa oleh hewan pengerat tersebut.
"Imbauan pertama adalah perilaku hidup bersih dan sehat itu wajib. Dengan PHBS, Insya Allah kesehatan kita akan selalu terjaga dan terhindar dari virus apa pun," ujar Widyawati dalam diskusi virtual Overview Tribunnews.com, Rabu (13/5/2026).
Widyawati menguraikan, sejumlah langkah praktis PHBS yang harus dilakukan masyarakat secara rutin, di antaranya:
- Kebersihan Tangan: Rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
- Etika Batuk dan Bersin: Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar di ruang publik.
- Pengendalian Reservoar: Menghindari kontak langsung dengan tikus serta kotoran atau urinnya.
- Sanitasi Lingkungan: Menutup semua lubang di dalam maupun luar rumah yang bisa menjadi sarang tikus, serta menjaga kebersihan tempat tinggal dan tempat kerja secara rutin.
- Keamanan Pangan: Menyimpan makanan dan minuman di wadah yang tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.
Hal senada diungkapkan ahli imunologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (FK UNS), Prof. Tonang Dwi Ardyanto, dr., Sp.PK(K), Ph.D..
"Mau virus apa pun itu, langkah pertama adalah PHBS sebagai kuncinya," tegas Tonang pada kesempatan yang sama.
Ia mengatakan, karena Hantavirus menular melalui perantara hewan (rodent), maka kebersihan lingkungan menjadi kunci.
"Mari kita bersama-sama mengendalikan reservoarnya, bersihkan tempat-tempat yang lembab dan tumpukan sampah agar tidak menjadi tempat berkembangnya tikus," lanjutnya.
Lebih lanjut, Tonang mengingatkan hingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin Hantavirus yang memiliki efektivitas kuat di Indonesia.
Oleh karena itu, pencegahan melalui gaya hidup bersih jauh lebih krusial dibandingkan pengobatan.
Masyarakat yang merasa mengalami gejala tidak nyaman pada tubuh setelah melakukan kontak dengan lingkungan yang tidak bersih diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat demi mendapatkan diagnosis yang akurat.
Baca juga: Thailand Siaga Hantavirus! Pelancong dari Amerika Selatan Wajib Jalani Skrining Ketat
Tentang Hantavirus
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Hantavirus merupakan kelompok besar virus yang menyebar tanpa gejala pada hewan pengerat, pemakan serangga, dan kelelawar, tetapi terkadang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Hantavirus termasuk dalam genus Orthohantavirus, famili Hantaviridae, dan ordo Bunyavirales.