Bukan Cuma Lemak, Otot Juga Bisa Hilang Saat Diet Suntik
Diet suntik bisa bikin tubuh kurus tapi tampak sakit. Dokter ungkap risiko muscle wasting akibat hilangnya massa otot
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Eko Sutriyanto
Ia juga menyebut banyak orang terlihat “kempot” setelah diet karena massa otot menyusut drastis.
“Ya benar, malah jadi kayak kempot karena musclenya hilang,” lanjutnya.
Karena itu, ia menekankan tujuan diet seharusnya bukan hanya menurunkan angka timbangan, tetapi juga menjaga kualitas tubuh tetap sehat dan bugar.
“Jadi kita usahakan saat diet, muscle harus stabil supaya tubuh tetap kencang, tetap terlihat awet muda, tapi lemaknya hilang,” ujarnya.
Baca juga: Berat Badan Sempat Tembus 106 Kg, Ridho Rhoma Ubah Gaya Hidup Demi Pulihkan Kesehatan
Tetap Harus Olahraga dan Pola Makan Sehat
Menurut dr. Yaze, penggunaan diet suntik tetap harus dibarengi perubahan gaya hidup sehat, termasuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga.
“Walaupun sudah menggunakan obat suntik ini, tetap harus mengubah pola hidup sehat, makan lebih sehat dan lebih teratur,” katanya.
Ia menambahkan olahraga penting dilakukan agar tubuh tidak hanya kurus, tetapi juga tetap kuat dan sehat.
“Kalau tidak olahraga tentu tubuh tidak sehat dan otot kita juga tidak terlatih dengan baik,” ujarnya.
Olahraga Dilakukan Bertahap
Dr. Yaze menjelaskan olahraga bagi pasien obesitas perlu dilakukan secara bertahap dan tidak bisa langsung dipaksakan dengan latihan berat.
“Kalau dia sudah obesitas dua, agak susah kalau langsung dipaksa angkat beban,” katanya.
Biasanya pasien diminta memulai aktivitas ringan terlebih dahulu seperti berjalan kaki.
“Jadi biasanya saya biarkan dia pelan-pelan mengubah gaya hidupnya, pola makannya, lalu mulai olahraga misalnya jalan dulu,” ujarnya.
Setelah berat badan mulai turun, pasien baru diperbolehkan melakukan latihan beban ringan.
“Nanti begitu ada penurunan berat badan, boleh mulai angkat beban seperti barbel 1 atau 2 kilogram dulu,” katanya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda hasil instan tanpa memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Berat badan turun belum tentu sehat kalau tidak dibarengi olahraga ataupun pola makan yang diperbaiki,” pungkasnya.