Lansia Diabetes Ngebet Makan Manis, Ini Saran yang Mesti Dilakukan Keluarga
Mengatur pola makan orang lanjut usia atau lansia dengan diagnosis diabetes sering menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Tidak sedikit lansia dengan diabetes tetap punya keinginan makan makanan manis
- Pengaturan makan tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian diabetes pada lansia
- Menurut dr Agus, keluarga tetap bisa menyiasati keinginan lansia yang ingin makan makanan favoritnya. Misalnya dengan membuat sendiri makanan agar kandungan gula dan lemak lebih terkontrol
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengatur pola makan orang lanjut usia atau lansia dengan diagnosis diabetes sering menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.
Tidak sedikit orang tua yang tetap ingin makan makanan manis karena merasa selama muda dulu hidup serba terbatas.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Agus Nurohman, Sp.PD, FINASIM mengatakan kondisi tersebut memang sering terjadi pada pasien usia lanjut.
Menurutnya, pengaturan makan tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian diabetes pada lansia.
Namun pendekatannya perlu dilakukan dengan lebih sabar dan kreatif.
“Jadi kalau makanan tetap sama. Salah satu penanganan diabetes adalah diet,” katanya dalam program Health Talkshow yang ditayangkan pada kanal YouTube Tribun Health, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan ada prinsip 3J dalam pengaturan makan pasien diabetes, yakni jenis makanan, jumlah makanan, dan jadwal makan.
Untuk jenis makanan, lansia disarankan mengurangi makanan dan minuman manis dengan indeks gula tinggi.
Baca juga: Lansia Diabetes Wajib Aktif Gerak, Dokter Ingatkan Risiko Luka Busuk hingga Otot Kaku Jika Mager
“Jadi gula-gula pasir, gula jawa, yang manis-manis itu,” jelasnya.
Selain jenis makanan, jumlah makanan juga harus disesuaikan dengan berat badan dan aktivitas pasien.
Jadwal makan pun perlu diatur agar gula darah tetap stabil selama 24 jam.
“Jadi harus diatur misalnya pagi 20 persen dari total, makan siang kan banyak ya 30 persen, kemudian sore 20 persen, nanti ada selingannya sore sama siang 10 persen, 10 persen,” ujarnya.
Menurut dr Agus, keluarga tetap bisa menyiasati keinginan lansia yang ingin makan makanan favoritnya.
Misalnya dengan membuat sendiri makanan agar kandungan gula dan lemak lebih terkontrol.