Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Anak Tidur di Ruang AC Saat Cuaca Panas? IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi

Udara sejuk ruang AC memang membantu anak tidur lebih nyenyak, tapi bisa membuat tubuh anak lebih mudah kehilangan cairan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Anak Tidur di Ruang AC Saat Cuaca Panas? IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi
Dok. Tanoto Foundation
ANAK USIA DINI - Ilustrasi anak usia dini mendapat stimulasi dari orang tua (Dok. Tanoto Foundation) 

IDAI menyebut dehidrasi tidak selalu muncul dalam bentuk anak lemas atau pingsan. Dalam banyak kasus, dehidrasi ringan terjadi diam-diam dan berlangsung terus menerus.

Orang tua sering tidak menyadari karena gejalanya tampak ringan seperti bibir kering, anak mudah lelah, sulit konsentrasi hingga jarang buang air kecil.

Padahal jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membebani kerja ginjal.

“Kalau kita sering ada kurangan cairan mungkin tidak terlalu ekstrim tapi terus-terusan dengan jangka panjang bisa berdampak membebani ginjal kita dan bisa menyebabkan kerusakan di kelak kemudian harinya,” jelas dr. Darmawan.

Karena itu, IDAI mengingatkan orang tua tidak hanya fokus pada suhu dingin ruangan, tetapi juga menjaga kelembaban udara dan kebutuhan cairan anak.

IDAI Sarankan Letakkan Air di Kamar Ber-AC

Untuk membantu menjaga kelembaban udara di ruangan ber-AC, dr. Darmawan menyarankan orang tua meletakkan wadah berisi air di dalam kamar.

Cara sederhana ini dinilai dapat membantu udara tidak terlalu kering.

Rekomendasi Untuk Anda

“Maka ada aturan masukkan air ke dalam kamar yang menggunakan AC agar warm up air yang kemudian memenuhi kebutuhan kelembaban udara yang menjadi kering pada daerah yang ber-AC,” katanya.

Selain itu, anak juga perlu dibiasakan minum sedikit demi sedikit tetapi lebih sering.

Kebiasaan ini penting terutama saat musim kemarau panjang dan suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.

Menurut IDAI, kebutuhan cairan anak selama cuaca panas tidak boleh dianggap sepele karena El Nino dapat memicu suhu lebih tinggi, udara lebih kering dan risiko kekurangan air bersih di sejumlah wilayah.

IDAI menilai masyarakat perlu memahami bahwa dampak El Nino tidak hanya soal rasa gerah atau cuaca panas.

Fenomena ini juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada anak.

Mulai dari dehidrasi, gangguan pernapasan akibat polusi asap, hingga peningkatan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

dr. Darmawan menjelaskan El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan lebih ekstrem dibanding biasanya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas