Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Studi: Makan Malam Terlalu Larut Risiko Penurunan Fungsi Otak

Studi kesehatan menunjukkan makan malam terlalu larut berkaitan dengan gangguan ritme tubuh dan penurunan fungsi otak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Studi: Makan Malam Terlalu Larut Risiko Penurunan Fungsi Otak
Pritikin Longevity Center
KESEHATAN OTAK — Kebiasaan makan malam larut yang kerap terjadi di tengah aktivitas dan penggunaan gawai dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Studi menunjukkan pola ini berpotensi memengaruhi kualitas tidur dan fungsi otak dalam jangka panjang. 

Ringkasan Berita:
  • Studi menunjukkan makan malam terlalu dekat waktu tidur dapat mengganggu fungsi otak dan memori.
  • Ritme sirkadian terganggu saat sistem pencernaan masih aktif saat tubuh seharusnya beristirahat.
  • Pola makan lebih awal dikaitkan dengan kualitas tidur dan metabolisme yang lebih stabil.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kebiasaan makan malam terlalu larut yang kerap terjadi akibat aktivitas harian hingga penggunaan gawai, dikaitkan dengan penurunan fungsi otak dalam jangka panjang berdasarkan sejumlah studi kesehatan.

Peneliti menjelaskan, waktu makan tidak hanya berhubungan dengan rasa kenyang, tetapi juga dengan sistem biologis tubuh yang mengatur siklus tidur, metabolisme, dan fungsi kognitif.

Kondisi makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu mekanisme internal yang mengatur kapan tubuh harus aktif dan beristirahat.

Saat proses pencernaan masih berlangsung pada fase seharusnya tidur, tubuh tidak memasuki pemulihan optimal, termasuk pada sistem saraf dan otak.

“Makan ketika tubuh Anda mengira sudah waktunya tidur dapat mengacaukan ritme sirkadian dan membuat tubuh kesulitan memasuki mode tidur,” dikutip dari laporan Health.

Waktu Makan dan Kinerja Otak

Sejumlah studi menyebutkan waktu ideal makan malam berada pada rentang dua hingga tiga jam sebelum tidur.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan pola tersebut, tubuh memiliki waktu cukup untuk memproses makanan sebelum memasuki fase istirahat malam.

Penelitian juga mengaitkan jeda waktu makan yang tepat dengan fungsi memori dan konsentrasi yang lebih stabil.

Gangguan Tidur dan Dampak Kognitif

Kualitas tidur yang terganggu akibat makan larut malam berpotensi memengaruhi kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan informasi.

Studi tahun 2024 menunjukkan durasi tidur yang cukup berkaitan dengan performa memori yang lebih baik.

Sementara riset tahun 2025 menemukan tidur berkualitas membantu proses pembersihan sisa metabolisme di otak yang berkaitan dengan gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Baca juga: Gejala Gagal Jantung Kerap Disangka Maag dan Kelelahan, Dokter Minta Waspada

Metabolisme, Gula Darah, dan Jantung

Pola makan lebih awal juga dikaitkan dengan stabilitas metabolisme, termasuk pengaturan berat badan dan gula darah.

Beberapa studi menunjukkan konsumsi kalori lebih banyak di pagi dan siang hari membantu menjaga keseimbangan energi tubuh.

Penelitian lain mencatat makan malam lebih awal berhubungan dengan kontrol glukosa yang lebih stabil dibandingkan makan larut malam.

Stabilitas metabolik tersebut turut berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah yang mendukung fungsi otak dalam jangka panjang.

Pola Makan dan Risiko Jangka Panjang

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas