Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Bukan Soal Disiplin: Lima Penyebab Tersembunyi Insomnia yang Diabaikan Sains Selama Ini

Penelitian terbaru menemukan bahwa rendahnya keragaman bakteri usus adalah salah satu penyebab insomnia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Bukan Soal Disiplin: Lima Penyebab Tersembunyi Insomnia yang Diabaikan Sains Selama Ini
Pexels
INSOMNIA - Foto ilustrasi seseorang mengalami kesulitan tidur 

Mekanismenya: menghangatkan tubuh sebelum tidur meningkatkan suhu kulit, yang kemudian memicu penurunan suhu inti tubuh — sinyal fisiologis yang dibaca otak sebagai izin untuk tidur.

Sebuah studi Scientific Reports pada 72 peserta menemukan bahwa pendinginan tubuh eksternal selama tidur secara signifikan meningkatkan tidur gelombang lambat N3, tahap pemulihan terdalam.

Apa yang bisa dicoba malam ini: Mandi air hangat sekitar 90 menit sebelum tidur, bukan tepat sebelum tidur. Anda memerlukan penurunan suhu pascamandi untuk bekerja sebelum Anda masuk ke tempat tidur. Jaga kamar tetap sejuk, dan jika Anda mudah kepanasan saat tidur, kipas angin atau alas kasur pendingin dapat meningkatkan kedalaman tidur Anda.

Ketika Pelacak Tidur Anda Justru Menjadi Masalah

Para peneliti Universitas Northwestern menciptakan istilah "orthosomnia" untuk insomnia yang dipicu oleh obsesi terhadap data pelacak tidur. Dalam penelitian mereka, pasien kehilangan tidur justru karena cemas untuk mencapai skor sempurna pada perangkat seperti Oura dan Whoop.

Apa yang bisa dicoba: Beri diri Anda jeda dua minggu dari pelacak dan perhatikan apakah kecemasan tidur Anda berubah. Jika Anda tetap menggunakannya, periksa tren mingguan, bukan skor harian. Variasi dari malam ke malam adalah hal normal dan sering kali tidak berarti. Polanya selama beberapa minggu itulah yang penting.

Mengapa CBT-I Harus Menjadi Pilihan Pertama Sebelum Obat

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk insomnia kronis, terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) adalah rekomendasi klinis lini pertama, di atas obat tidur. Terapi ini menargetkan pola pikir dan perilaku yang mempertahankan kurang tidur. Sekitar separuh orang yang menyelesaikannya masih memiliki beberapa gejala sisa, menurut dokumentasi uji coba UCSF, itulah mengapa para peneliti kini menguji tambahan berbasis tubuh di atasnya.

Apa yang bisa dicoba: Pertimbangkan program CBT-I digital terstruktur sebelum berasumsi bahwa Anda membutuhkan resep. Beberapa platform telehealth kini menawarkan versi yang tervalidasi secara klinis dan jauh lebih mudah diakses dibandingkan terapi tatap muka.

Insomnia jarang hanya soal disiplin. Ini adalah masalah biologis, yang berarti lebih bisa diatasi dari yang kebanyakan orang kira.

(*)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas