Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes Budi Ungkap Harga Obat Mahal, Pasien Hepatitis Indonesia Bayar hingga 6 Kali Lipat

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia berkali lipat lebih mahal ketimbang harga obat dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menkes Budi Ungkap Harga Obat Mahal, Pasien Hepatitis Indonesia Bayar hingga 6 Kali Lipat
freepik
Ilustrasi tes darah Hepatitis B. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia berkali lipat lebih mahal ketimbang harga obat dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia lebih mahal ketimbang harga obat dunia.
  • Harga obat di Indonesia dalam catatan Menkes dua sampai enam kali harga obat di dunia.
  • Antivirus untuk hepatitis B yakni Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) misalnya dibanderol USD 4,8 (Rp 85.500) di Indonesia, sementara harga global USD 7,5 (Rp 133.000).

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga obat di Indonesia berkali lipat lebih mahal ketimbang harga obat dunia.

Ia mencontohkan, antivirus untuk hepatitis B yakni Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF) dibanderol USD 4,8 (Rp 85.500) di Indonesia. Sementara, harga global USD 2,4 (Rp 42.700).

Baca juga: Harga Obat di RI Terancam Naik akibat Perang Timur Tengah, BPOM dan Industri Siapkan Strategi 

Lalu ada juga obat hepatitis B kronis lainnya, Entecavir (ETV) dibanderol USD 18 (Rp 320.000), sementara harga global USD 7,5 (Rp 133.000).

“DAC (Daclatasvir), buat hepatitis C, di kita 152 dolar (Rp 2.710.000). Di dunia harganya 24 dolar (Rp 427.920), kita enam kali lipat,” kata Budi di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

BICARA HATI - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia bertajuk Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Strong Liver di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
BICARA HATI - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia bertajuk Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Strong Liver di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Selasa (2/6/2026). (HO/IST/dok Kemenkes)

"Ada juga Velpatasvir-sofosbuvir, untuk hepatitis C juga ya, Di kita 1.100 dolar (Rp 19.600.000), di dunia 174 dolar (Rp 3.102.000), ini juga 6 kali lipat. Padahal, kita sudah kerja sama sama The Medicines Patent Pool (MPP), agar patennya digeser ke kita," ujar Menkes.

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi ini kata Budi adalah anomali di Indonesia, dimana harga obat di Indonesia dalam catatan dia dua sampai enam kali harga obat di dunia.

Ke depan pihakanya akan melakukan nEgosisaasi agar bisa meneken harga obat dalam negeri.

“Saya nggak ngerti kenapa harga obat kita masih dua kali lipat sampai enam kali lipat lebih mahal dari harga obat yang ada di dunia. Ini kebijakan juga yang kita mesti beresin,” kata Budi.

Soal penanganan hepatitis atau peradangan hati dan penyakit hati lainnya dapat diatasi dan dicegah dengan baik di Indonesia.

Dimulai dengan membereskan skrining atau penapisan di puskesmas.

“Kemudian, kita harus negosiasi agar harga obatnya ini bisa turun. Sehingga orang-orang yang harus treatment dengan minum obat, itu bisa jauh lebih murah,” kata dia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas