Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Dikira Sama, Ini Beda Saluran ASI Tersumbat dan Mastitis pada Ibu Menyusui

Secara medis, saluran ASI tersumbat dan mastitis berada dalam satu rangkaian masalah menyusui yang saling berkaitan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
zoom-in Sering Dikira Sama, Ini Beda Saluran ASI Tersumbat dan Mastitis pada Ibu Menyusui
shutterstock
Daun katuk memiliki banyak kandungan gizi yang dapat meningkatkan dan memperlancar ASI. (Shutterstock) 

Ringkasan Berita:
  • Saluran ASI tersumbat dan mastitis sering dianggap sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki penyebab dan tingkat keparahan berbeda
  • Mastitis umumnya ditandai nyeri payudara yang disertai demam, menggigil, dan tubuh lemas akibat peradangan atau infeksi
  • Dokter mengingatkan pentingnya pengosongan payudara secara teratur serta penanganan dini untuk mencegah komplikasi berupa abses payudara

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nyeri dan pembengkakan pada payudara menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu pada masa awal menyusui. Kondisi ini kerap menimbulkan kebingungan karena gejalanya sering dianggap sama, padahal saluran ASI tersumbat dan mastitis merupakan dua kondisi yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang tepat.

Dokter Spesialis Bedah Umum Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Natalia Maria Christina, Sp.B, menjelaskan bahwa ibu menyusui perlu mewaspadai keluhan yang tidak hanya berupa nyeri lokal pada payudara, tetapi juga disertai gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan.

“Jika keluhan sudah disertai demam, menggigil, dan tubuh terasa lemas, kondisi tersebut bisa mengarah pada mastitis dan perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya dikutip, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Mastitis Kerap Dialami Ibu Menyusui seperti Denise Chariesta, Ketahui Penanganannya

Secara medis, saluran ASI tersumbat dan mastitis berada dalam satu rangkaian masalah menyusui yang saling berkaitan. Mastitis umumnya diawali oleh saluran ASI yang tersumbat sehingga aliran ASI tidak lancar dan terjadi penumpukan di jaringan payudara.

Saluran ASI tersumbat terjadi ketika ASI terperangkap akibat aliran yang tidak optimal, namun belum menimbulkan infeksi maupun peradangan berat. Sementara itu, mastitis merupakan peradangan pada jaringan payudara yang dapat disebabkan oleh bendungan ASI berkepanjangan maupun infeksi bakteri yang masuk melalui luka atau celah pada puting.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dr. Natalia, penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius. Salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah tetap menyusui meski payudara terasa nyeri.

“Pengosongan payudara secara teratur menjadi kunci utama untuk melancarkan kembali aliran ASI. Karena itu, ibu tidak dianjurkan menghentikan proses menyusui pada payudara yang bermasalah,” katanya.

Selain itu, ibu juga dapat melakukan kompres hangat sebelum menyusui untuk membantu melancarkan aliran ASI, serta kompres dingin setelah menyusui guna mengurangi nyeri dan pembengkakan. Pijatan lembut dari pangkal payudara menuju puting juga dapat dilakukan, namun harus dilakukan secara hati-hati.

Ia mengingatkan bahwa pijatan yang terlalu keras justru dapat memperparah kondisi karena berisiko merusak jaringan payudara yang sedang mengalami peradangan.

“Banyak yang mengira sumbatan harus dihancurkan dengan pijatan kuat. Padahal tindakan tersebut dapat memperburuk peradangan dan memperluas infeksi. Pijatan sebaiknya dilakukan dengan lembut seperti usapan,” jelasnya.

Selain menjaga teknik menyusui yang benar, ibu juga disarankan mendapatkan cukup istirahat dan menjaga asupan cairan agar daya tahan tubuh tetap optimal selama masa menyusui.

Apabila dalam waktu 24 hingga 48 jam keluhan tidak kunjung membaik, atau muncul gejala seperti demam tinggi, kemerahan yang meluas, dan tubuh menggigil, maka pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Dalam kondisi mastitis, dokter dapat memberikan obat antiinflamasi dan pereda nyeri yang aman bagi ibu menyusui. Jika ditemukan infeksi bakteri, terapi antibiotik juga diperlukan dan harus dikonsumsi sesuai anjuran hingga tuntas.

Lebih lanjut, dr. Natalia mengingatkan bahwa mastitis yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi abses payudara, yaitu terbentuknya kantung berisi nanah yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas